AROMA tubuh mempengaruhi kepercayaan diri seseorang. Jika tubuh kita terasa wangi dan segar, kepercayaan diri pun meningkat dan membuat kita nyaman dalam beraktivitas seharian.
Sayangnya, kondisi ini tak bisa dialami oleh seorang perempuan bernama Kelly Fidoe-White dari Oldham, Manchester, Inggris. Pasalnya, ia mengidap kondisi sangat langka yang disebut Trimethylaminuria (TMAU) yang membuat aroma tubuhnya tercium seperti ikan, seperti dikutip dari Metro, Kamis (16/6/2022).
Aroma ikan ini bahkan tidak hilang, mau seberapa sering pun Kelly mandi. Bahkan ia sudah mencoba mandi hingga empat kali dalam sehari. Tapi aroma ikan dari tubuhnya tak juga lenyap.
Trimethylaminuria sendiri merupakan kondisi metabolisme yang sangat langka, hanya tercatat 100 kali dalam rekam medis. Orang dengan TMAU seperti Kelly, menghasilkan berbagai bau badan yang kuat. Mulai dari bau ikan busuk, bawang merah hingga kotoran tinja.
(Foto: Jam Press)
Kelly yang sehari-hari bekerja sebagai senior radiografer tersebut, mengakui pertama kali mengalami gejala ketika baru berusia enam tahun. Saat itu ia menyadari bahwa air seninya berbau seperti bau ikan. Beberapa tahun kemudian, saat mulai masuk masa pubertas, muncullah bau badan seperti ikan yang menonjol. Hingga akhirnya pada 2015 saat usianya 34 tahun, Kelly resmi didiagnosis mengidap Trimethylaminuria (TMAU).
Mengidap kondisi super langka ini, Kelly mengaku membuat dirinya kebingungan sekaligus gusar.
“Bingung karena orang-orang umumnya tak suka membahas blak-blakan soal bau badan, tapi akan ada orang yang membicarakannya di belakang daripada bicara langsung.
Kedua, sebagai petugas kesehatan profesional, ditanya apakah tahu caranya menggunakan sabun ketika mandi itu sangat membuat kesal,” curhat Kelly.
Saat bekerja, Kelly terkadang harus sampai mengganti seragamnya sampai dua kali dan menggunakan banyak deodoran untuk menutupi aroma ikan dari tubuhnya tersebut. Tidak hanya itu, kondisi ini akhirnya membuat Kelly terpaksa harus bekerja pada waktu shift malam. Kelly juga tak luput dari depresi karena situasi ini, sehingga harus menjalani terapi dan konseling.
“Ini tak ada hubungannya dengan kebersihan diri pribadi. Aku bisa kok mandi setiap jam setiap hari, tapi itu hanya solusi jangka pendek. Faktanya, justru aroma tubuh kita bisa memburuk setelah mandi akibat pori-pori kulit yang terbuka karena terkena air hangat,” lanjutnya.
Sejauh ini disebutkan belum ada obat untuk mengobati kondisi TMAU. Gejalanya hanya bisa diredakan dengan menghindari beberapa jenis makanan dan melengkapi tingkat nutrisi tertentu.
BACA JUGA:Tidur dengan Pasangan Ternyata Lebih Sehat daripada Tidur Sendirian
BACA JUGA:Asal Virus Sindrom Ramsay Hunt, Penyebab Wajah Justin Bieber Lumpuh Sebelah
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.