MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ingin mewujudkan transformasi layanan kesehatan Indonesia. Dia mengatakan, dibutuhkan kelembagaan yang tertata, fokus layanan kesehatan distandarkan, baik sarana prasarana, sumber daya manusia (SDM) serta proses dilakukan secara digital.
Dalam integrasi pelayanan kesehatan itu, dimulai dari pelayanan di Puskesmas sampai ke pelayanan di tingkat desa. Namun hal itu, membutuhkan dukungan dari segala pihak.
"Butuh dukungan untuk mewujudkannya. Mudah-mudahan ini bisa mengurangi orang sakit dan tidak produktif sehingga tugas saya menjaga agar ekonomi kita tetap tercapai pertumbuhannya dengan cara mengurangi jumlah orang yang sakit dan menjaga orang agar tetap bisa produktif selama-lamanya," ujar Menkes Budi dalam laman Kemenkes, Minggu (12/6/2022).
Tahap uji coba integrasi pelayanan kesehatan primer akan diterapkan terlebih dahulu di lokasi 9 provinsi yang mewakili empat karakteristik wilayah di Indonesia yaitu perkotaan, perdesaan, terpencil dan sangat terpencil.
9 provinsi tersebut antara lain Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Maluku, dan Provinsi Papua. Perlu diketahui integrasi pelayanan kesehatan primer ini bagian pilar pertama dari transformasi sistem kesehatan.
Menurut Menkes Budi, transformasi layanan kesehatan primer harus mendapat perhatian khusus serta investasi kesehatan yang besar, dengan fokus kepada promotif dan preventif. Transformasi dimulai dari Puskesmas, Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa dan juga nantinya harus melibatkan fasilitas pelayanan kesehatan swasta.
BACA JUGA:Kemenkes: Masyarakat Disiplin Prokes Seiring Muncul Subvarian Baru
Integrasi layanan primer di tingkat desa/kelurahan akan melibatkan seluruh struktur yang ada di desa, yaitu pemerintah desa dan Lembaga Kemasyarakatan Desa (Posyandu, PKK, dan Karang Taruna). Penguatan/revitalisasi Posyandu akan dilakukan dengan mengintegrasikan layanan kesehatan di desa seperti Pustu dan Poskesdes ke dalam Posyandu di desa menjadi Posyandu Prima.
(Dyah Ratna Meta Novia)