SAAT ini cuaca ekstrem melanda di sebagian wilayah Indonesia. Seringkali panas sangat menyengat tiba-tiba langsung hujan disertai angin kencang.
Oleh karena itu kita harus waspada agar tidak terjangkit penyakit. Ada beberapa penyakit yang harus Anda waspadai ketika cuaca ekstrem datang. Berikut ini tiga penyakit yang umum terjadi saat cuaca ekstrem seperti dilansir dari Healthline.

1. Flu
Cuaca ekstrem biasanya akan menyerang imunitas tubuh, sehingga menjadi rentan terserang penyakit seperti terserang flu. Penyakit ini umumnya terjadi saat hujan, atau cuaca dingin. Sehingga tubuh menjadi lemah, serta daya tahan tubuh seseorang harus lebih diperhatikan.
Dilansir dari laman Healthline, Anda bisa mengonsumsi jahe, madu, lemon yang dicampur ke dalam segelas air teh hangat. Tak lupa mengonsumsi vitamin C juga sangat penting untuk daya tahan tubuh. Selain itu, sup juga bisa membantu mengembalikan energi, sekaligus menghangatkan tubuh dari udara dingin.
2. Diare
Saat cuaca ekstren, sangat penting menjaga kesehatan sistem pencernaan. Sebab diare merupakan penyakit yang sering terjadi pada cuaca tersebut
Pada musim pancaroba, kasus penyakit ini menjadi tinggi karena banyaknya debu dan kotoran yang bertebaran. Penyakit ini erat kaitannya dengan pola konsumsi makan dan kebersihan bahan makanan
Diare mumnya disebabkan kuman atau virus yang biasa mencemari makanan dan minuman. Menjaga pola makan serta mengonsumsi asupan makanan serta minuman Yangs what sangatlah penting.
Sementara itu dikutip dari laman Healthline, ada beberapa cara untuk mengobati diare. Pertama adalah tetap terhidrasi, yakni memperbanyak minum air putih. Sebab saat diare, Anda akan mengeluarkan banyak cairan saat bolak balik ke toilet.
Kemudian konsumsi makanan yang mengandung probiotik, misalnya tempe, keju, kol, hingga sup kedelai Jepang. Anda juga bisa mengonsumsinya dalam bentuk pil sebagai obat.
3. Demam Berdarah
Kemudian penyakit yang sering muncul saat cuaca ekstrem adalah demam berdarah. Penyakit ini berkaitan dengan kebersihan, atau kesehatan dilingkungan masyarakat. Seperti buang sampah sembarangan, hingga membiarkan genangan air.
Gejala demam berdarah pada umumnya berupa demam tinggi yang turun pada hari ketiga namun akan naik kembali, mual, muntah, nyeri kepala, badan pegel linu, serta dapat disertai munculnya bintik-bintik merah dikulit, gusi berdarah atau mimisan.
Selain berobat ke dokter, Anda bisa membantu mengobatinya dengan cara alami. Seperti mengonsumsi jambu biji yang mampu merangsang trombopoietin lebih aktif, sehingga dapat memicu pembentukan keping darah baru.
Kemudian terpenting adalah mengonsumsi sayuran-sayuran dan buah-buahan. Dimana dikenal sebagai asam askorbat, memiliki beberapa peran penting dalam tubuh. ini membantu dalam perbaikan, pertumbuhan dan perkembangan jaringan sel tubuh.
4. Leptospirosis
Saat cuaca ekstrem, seringkali tiba-tiba hujan lebat akibatnya muncul banyak genangan air di mana-mana. Praktisi Kedokteran Fungsional, dr Novi Arifiani MKK Dipl ABRAAM menjelaskan, saat genangan air ada di mana-mana maka bisa menjadi media bagi tikus untuk menyebabkan penyakit leptospirosis.
Leptospirosis disebabkan parasit leptospirosis yang menyebar dari urin mamalia terutama tikus. Nah, genangan air yang dikencingi tikus ini berbahaya.
Gejala terkena Leptospirosis antara lain demam tinggi, sesak napas, sakit kepala, nyeri otot, muntah, sakit perut, diare, juga ruam-ruam. Jika ada yang mengalami gejala ini segera dibawa ke dokter agar dapat pengobatan. Jangan tunggu sampai parah!
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.