CANDI Borobudur saat ini menuai perhatian publik. Hal ini lantaran tiket naik ke Candi Borobudur menjadi Rp750 ribu.
Keputusan tiket Candi Borobudur naik itu diumumkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melalui laman Instagram resminya.
Dikatakan, pemerintah akan menaikkan harga tiket naik Candi Borobudur menjadi Rp 750 ribu untuk turis lokal dan USD 100 untuk turis mancanegara.
Kemudian, nantinya kuota wisatawan yang diperbolehkan naik ke Candi Borobudur dibatasi 1.200 orang per hari.
Keputusan harga tiket menaiki bangunan candi sebesar Rp750 ribu untuk wisatawan lokal dan USD100 untuk wisatawan mancanegara ditetapkan melalui rapat koordinasi dengan pemerintah pusat.
Selain membeli tiket masuk, sebenarnya terdapat lima etika yang harus dipatuhi saat berkunjung ke candi loh.
Dirangkum Okezone, berikut daftar etika yang harus dipatuhi:
1. Tidak Melakukan Vandalisme
Candi merupakan salah satu peninggalan peradaban masa lalu yang sangat berharga. Untuk itu, keberadaannya harus dijaga, baik oleh pihak pengelola dan wisatawan yang berkunjung ke candi.
Batu candi yang berusia ratusan tahun sangat rentan jika sampai terkena bahan kimia. Pembersihan candi tidak bisa menggunakan bahan pembersih kimia seperti sabun.
Dengan proses pembersihan candi yang begitu rumit, maka wisatawan dilarang melakukan vandalisme seperti mencorat-coret candi jelas dilarang. Tak hanya merusak pemandangan, corat-coretan di candi dapat menghancurkan peninggalan kejayaan peradaban masa lalu itu.
2. Mematuhi peraturan yang berlaku
Beberapa candi sebenarnya memiliki aturan yang berbeda. Peraturan itu biasanya menyesuaikan dengan situasi dan kondisi candi. Salah satu contohnya berhubungan dengan daya tahan candi.
Mungkin wisatawan boleh masuk ke candi A karena bangunannya kokoh. Namun ketika berkunjung ke candi B, traveler bisa saja dilarang masuk bangunan candi karena kondisinya rapuh dan rentan.
Peraturan juga bisa disesuaikan dengan aspek fungsional candi. Bisa saja wisatawan tidak diperkenankan masuk ke bangunan candi karena tempat itu khusus bagi mereka yang akan beribadah.
Tentu aturan itu harus dipatuhi. Selain agar bangunan candi tetap terjaga dan awet, aturan itu juga dibuat supaya adat istiadat, budaya, serta tradisi tetap terjaga.
3. Menghormati orang yang beribadah
Tak hanya sebagai destinasi wisata, beberapa candi juga masih berfungsi sebagai tempat ibadah. Misalnya saja Candi Kalasan dan Borobudur yang masih menjadi tempat ibadah umat Buddha serta Candi Cetho dan Prambanan sebagai tempat ibadah umat Hindu.
Seringkali kegiatan peribadatan dilakukan berdampingan dengan aktivitas wisata. Tentu wisatawan harus mendahulukan mereka yang datang untuk kepentingan ibadah, meski agama dan keyakinannya berbeda.

4. Kenakan pakaian yang sopan
Sebaiknya gunakan baju yang sopan ketika berkunjung ke candi. Tidak hanya di candi yang masih digunakan sebagai tempat ibadah, penghormatan dengan berpakaian sopan juga lebih baik dikenakan ketika mengunjungi situs candi lainnya.
5. Jaga sikap dan perkataan
Sebagai tempat peribadatan, entah itu di masa sekarang atau zaman dahulu, candi merupakan tempat suci. Tentu berkunjung ke tempat seperti itu haruslah senantiasa menjaga sikap dan perkataan.
Menjaga sikap salah satunya bisa dilakukan dengan tidak berlarian di kawasan candi. Tidak membuang sampah sembarangan juga merupakan satu hal yang wajib dilakukan.
Sementara menjaga perkataan bisa diterapkan dengan tidak berkata kotor. Selain itu, hendaknya tidak berbicara terlalu keras saat berada di candi.
Selain agar tidak mengganggu andai sedang ada orang yang beribadah, hal ini juga merupakan penghormatan terhadap candi itu sendiri.
(Kurniawati Hasjanah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.