"Hasil tes PCR negatif Covid-19 adalah keharusan. Kami tidak akan bisa memberangkatkan calon jamaah yang positif Covid-19 apapun alasannya. Untuk itu, kami berharap sekali jika ada calon jamaah yang hasil PCR-nya positif, lakukan istirahat dalam waktu tertentu sampai dinyatakan oleh tes negatif Covid-19," jelas Budi lagi.
Sekalipun dinyatakan negatif Covid-19, Budi mengingatkan bagi calon jamaah yang lolos keberangkatan, tidak diperbolehkan untuk melonggarkan protokol kesehatan, seperti pakai masker. Hal ini karena di Tanah Suci kelak, calon jamaah akan bertemu dengan setidaknya satu juta umat Muslim dari seluruh penjuru dunia.
"Terlebih, ada negara yang cakupan vaksinasinya masih lemah. Beda dengan Indonesia yang sudah sangat baik. Karena itu, pakai masker dan protokol kesehatan lainnya tetap harus dijalankan calon jamaah haji," tegasnya.