Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pandemi Covid-19 di Indonesia Semakin Terkendali, Ini Buktinya!

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Kamis, 02 Juni 2022 |10:41 WIB
Pandemi Covid-19 di Indonesia Semakin Terkendali, Ini Buktinya!
Covid-19 (Foto: Freepik)
A
A
A

Kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia ditengarai semakin terkendali. Hal ini disampaikan sendiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini.

Pernyataan orang nomor satu di Indonesia tersebut, didukung dengan data real, yang bisa dilihat dari akumulatif data mingguan Kementerian Kesehatan RI, soal kasus Covid-19.

Dari data akumulatif Kemenkes, ada tiga poin penilaian yang bisa dirujuk sebagai data real yang memperlihatkan kondisi Indonesia saat ini semakin aman. Pertama, kasus konfirmasi, keterisian rumah sakit, lalu angka kematian. Ketiganya memperlihatkan angka statistik yang bisa dikatakan terkendali dan aman.

Data per 1 Juni 2022 pada kasus konfirmasi Covid-19 menunjukkan 368 kasus. Namun, angka tersebut sejatinya naik dari minggu lalu yaitu 274. Meski terjadi kenaikan 1,32 persen dari minggu sebelumnya, kasus konfirmasi Covid-19 masih di angka yang sangat kecil.

Selanjutnya dengan angka keterisian kasur di rumah sakit, data memperlihatkan kasus harian 889 orang masih isolasi di rumah sakit. Angka tersebut menurun dari minggu sebelumnya yaitu 929 kasus atau turun 8,74 persen.

Begitu juga dengan angka kasus kematian, yang mengalami penurunan cukup berarti yaitu 25,45 persen dari minggu lalu. Data per 1 Juni 2022 menunjukkan bahwa kasus kematian harian ada 3 kasus, dibanding minggu lalu ada 6 kasus.

Ketiga hal ini menjadi indikator penentu terkendalinya pandemi di Indonesia. Jika kondisinya terus terkendali seperti ini, bukan hal yang tidak mungkin jika Indonesia, pun dunia, akan menuju ke masa endemi Covid-19.

Merujuk pada catatan data real di atas, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menyebutkan jika selama tiga bulan tiga indikator di atas bisa terus berada di level 1 maka Indonesia bisa dibilang aman dari Covid-19.

"Ada 3 faktor yang menentukan apakah Indonesia mampu mengendalikan Covid-19 atau tidak, yaitu konfirmasi Covid-19, kasus dirawat di rumah sakit, dan kematian. Jika terus berada di level 1 selama 3 bulan berturut-turut, Indonesia bisa dikatakan aman dari Covid-19," terang Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam konferensi pers virtual, belum lama ini.

 BACA JUGA:WHO Pastikan Cacar Monyet Tidak Akan Jadi Pandemi

BACA JUGA:Cuma WHO yang Berhak Ubah Status dari Pandemi ke Endemi

Selain itu, cakupan vaksinasi pun menjadi nilai penting lainnya yang harus diperhatikan. Hingga 1 Juni 2022, total penerima vaksin dosis pertama sudah 200.119.846 orang atau sekitar 96,09 persen. Lalu, penerima dosis kedua sebanyak 167.298.132 orang (80,33 persen), dan dosis ketiga 45.852.474 orang (22,02 persen).

Lansia yang merupakan kelompok rentan sudah cukup banyak yang menerima vaksin dosis lengkap, dengan penerima vaksin dosis pertama sebanyak 17.809.774 orang atau 82,63 persen dan penerima dosis kedua sudah 14.356.784 (66,61 persen).

Angka ini dinilai sudah cukup baik, meski dosis ketiga pada kelompok lansia saat ini diduga masih rendah.

Terkait perubahan status dari pandemi ke endemi, Menkes Budi menegaskan kembali bahwa itu semua adalah kewenangan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

"Tidak bisa hanya satu negara menyatakan dirinya endemi, karena status tersebut harus mencakup skala global dan WHO yang punya kewenangan untuk mengubah status pandemi ke endemi," pungkasnya singkat.

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement