Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tingkatkan Kepedulian Terhadap Penyandang Disabilitas dengan Pelayanan Kesehatan yang Layak

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 31 Mei 2022 |14:45 WIB
Tingkatkan Kepedulian Terhadap Penyandang Disabilitas dengan Pelayanan Kesehatan yang Layak
Penyandang disabilitas berhak dapat layanan kesehatan layak (Foto: ist)
A
A
A

MASYARAKAT harus ditingkatkan kesadaran dan kepeduliannya terhadap penyandang disabilitas. Mereka juga merupakan WNI yang berhak mendapatkan kehidupan yang baik dan layak.

Psikolog Tri Puspitarini mengatakan, penyandang disabilitas banyak menghadapi stigma di sekitar kita. Mereka sering dianggap sebagai pengganggu, sering berpindah sekolah, ditolak sekolah, dalam pergaulan juga sering di-bully, secara akademik juga sering tak bisa memenuhi tuntutan sekolah.

"Penyandang disabilitas khususnya developmental disabilities kondisinya ditandai gangguan pada fisik dan kognitif di masa perkembangan sebelum usia 22 tahun. Jadi memang sudah terlihat sejak kecil, terhambat fungsi-fungsi hidupnya," katanya, Selasa, (31/5/2022).

Psikolog

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), terang Tri, biasanya terlihat sebelum usia sekolah. Cirinya terganggu kehidupan personalnya, ada gangguan intelektual, sulit berkomunikasi sehingga fungsi hidupnya terbatas.

"Meningkatkan kepedulian kita kepada ABK masih menjadi PR. Masyarakat harus lebih sadar dan menerima keberadaan mereka, bukan malah mengucilkannya, pendidikan kepada masyarakat mengenai ABK harus ditingkatkan," ujarnya.

Apalagi penyandang disabilitas baru banyak yang mencapai pendidikan SD sederajat. Bahkan yang tak pernah sekolah juga banyak. Apalagi mencapai perguruan tinggi, sangat sedikit.

Guna mengatasi masalah kurangnya layanan pendidikan bagi ABK, maka sekolah umum wajib menyelenggarakan sekolah inklusif sehingga ABK bisa bersekolah

Nah, lanjut Tri, hal yang perlu dipertanyakan bagaimana penyandang disabilitas maupun ABK mendapatkan pelayanan kesehatan?

"Mereka ini mendapatkan pelayanan kesehatan masih jauh dari standar kesehatan. Banyak yang tak punya jaminan kesehatan," ujarnya.

 BACA JUGA:Disdik Ungkap Siswa Disabilitas Dapat Kuota 3% di PPDB SMP Sleman

ABK memang sering mengalami hambatan komunikasi sehingga mereka sering kesulitan menyampaikan kepada orang lain jika mereka sakit. "Mereka gak bisa mengekspresikan apa yang mereka rasakan akibatnya mereka sering kurang mendapatkan layanan kesehatan yang memadai."

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement