Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berkaca dari Hilangnya Anak Ridwan Kamil, Sandiaga Uno Minta Keamanan di Tempat Wisata Ditingkatkan

Antara , Jurnalis-Selasa, 31 Mei 2022 |08:03 WIB
Berkaca dari Hilangnya Anak Ridwan Kamil, Sandiaga Uno Minta Keamanan di Tempat Wisata Ditingkatkan
Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Instagram/@sandiuno)
A
A
A

BELUM lama ini kabar tak mengenakkan dari keluarga Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Sebab anak sulungnya, Eril mengalami musibah terseret arus Sungai Aare di Swiss. Kala itu, Eril tengah berenang bersama adik dan temannya pada 26 Mei 2022 lalu.

Usai ingin baik ke daratan, Eril justru terseret arus sungai yang cukup deras. Memasuki hari keempat, tim SAR masih terus melakukan pencarian.

Berkaca dari kejadian yang dialami Eril, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno akan menerapkan standar keselamatan untuk wisatawan.

Menurutnya, Swiss adalah negara yang sangat maju dari segi pariwisata dan ekonomi kreatif. Dari Swiss, Indonesia bisa belajar untuk terus meningkatkan sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability).

“Harus tersedia layanan keamanan. Setiap destinasi harus memiliki sistem untuk mengidentifikasi kebutuhan pengunjung dari segi keamanan, kesehatan dan destinasi wisata di Indonesia juga harus menginspeksi,” ujar Sandi dalam Weekly Press Briefing, Senin, 30 Mei 2022.

BACA JUGA: 13 Fakta Menarik Sungai Aare Lokasi Anak Ridwan Kamil Hilang, Tak Cuma Terpanjang di Swiss
Infografis CHSE
(Foto: Kemenparekraf RI)

Ia memiliki rencana pada Juni mendatang untuk mulai melakukan inspeksi rutin terhadap pariwisata yang dapat diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan terhadap pedoman-pedoman destinasi wisata berkelanjutan.

Dalam instrument Permenparekraf Nomor 9 Tahun 2021 terdapat kriteria yang mengatur secara khusus terkait dengan isu keselamatan dan keamanan bagi pengunjung dan penduduksetempat, antara lain:

a. Tersedianya layanan keamanan dan kesehatan yang memenuhi standar kesehatan dan beroperasi aktif yang dapat diakses dengan mudah di destinasi. Dapat dibuktikan melalui: Terdapat layanan kesehatan seperti klinik, puskesmas maupun rumah sakit yang dapat diakses oleh masyarakat maupun wisatawan.

b. Destinasi memiliki sistem untuk mengidentifikasi kebutuhan pengunjung terkait layanan keamanan dan kesehatan. Dapat dibuktikan melalui: Adanya bagian dari pengelolaan destinasi yang bertugas memantau kebutuhan pengunjung akan layanan keamanan dan kesehatan.

c. Destinasi melakukan inspeksi fasilitas pariwisata secara berkala untuk mengetahui kepatuhan terhadap standar kebersihan, Kesehatan, dan keselamatan. Dapat dibuktikan melalui: Pemerintah mengeluarkan pedoman cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keselamatan), environmental sustainability (pelestarian lingkungan CHSE) bagi sektor pariwisata, bukti penerapan dan pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah daerah setempat.

“Pedoman-pedoman ini sudah kita berikan mudah-mudahan seluruh pengelola sentra ekonomi kreatif dan destinasi wisata patuh terhadap peraturan yang sudah kami sampaikan,” ucapnya.

Untuk lokasinya sendiri, mantan Wagub DKI Jakarta itu akan mulai pada destinasi wisata buatan dan juga destinasi alam yang harus dipastikan keamanan dan keselamatannya.

“Jadi, nanti ini merupakan satu gerakan yang akan melibatkan semua pihak bukan hanya pemerintah tetapi masyarakat juga ikut memantau kepatuhan terhadap aspek kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan di setiap destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif,” ucap Sandi.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement