Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cacar Monyet Belum Ada di Indonesia, IDI: Kecil Kemungkinan Jadi Pandemi

Kevi Laras , Jurnalis-Jum'at, 27 Mei 2022 |16:26 WIB
Cacar Monyet Belum Ada di Indonesia, IDI: Kecil Kemungkinan Jadi Pandemi
Cacar monyet merebak (Foto: Sun Live)
A
A
A

"Tak tergantung preferensi seksual. Kecil kemungkinan jadi pandemi. Gejala jelas. Muncul pustula yang bantu identifikasi. Kontak dengan hewan liar meningkat karena deforestasi," tambahnya.

Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) cacar monyet tidak mudah menular antar manusia, membutuhkan kontak dekat yang lama dengan lesi, cairan tubuh, tetesan pernapasan atau bahan yang terkontaminasi seperti tempat tidur.

Sementara gejala awalnya, mulai muncul dalam satu dan dua minggu setelah infeksi, termasuk demam, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung dan otot. Hal ini diikuti dengan munculnya, ruam khas dengan pustula di wajah, tangan, dan di tempat lain di tubuh.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement