Jika mengunjungi Bandung, Braga-lah yang dikenal sebagai kawasan yang dipenuhi bangunan-bangunan lawas. Anda bisa menemukan jajaran toko-toko yang dibangun sejak puluhan tahun lalu. Sebagian bangunan di Braga dialih fungsikan sebagai hotel, kafe, atau toko, tetapi juga ada yang dibiarkan kosong dan tertutup.
Kawasan Braga hingga kini masih terawat dengan baik. Area jalan utama masih tertata rapi dan bersih. Di beberapa titik pada bagian area trotoarnya juga terdapat sejumlah kursi dan bangku. Anda pun bisa duduk-duduk santai di sini sambil menikmati suasana Braga.
Namun, tidak hanya Braga. Sebetulnya, bangunan peninggalan era kolonial bertebaran cukup banyak di berbagai area di Bandung. Jika berkeliling kota Bandung, Anda bisa menemukan rumah-rumah peninggalan Belanda, hotel bergaya art deco, dan sejumlah gereja.
Cukup banyak gereja kuno yang bisa ditemukan di Bandung. Gereja yang paling mudah dikenali adalah Gereja Katedral Santo Petrus yang berlokasi di Jalan Merdeka, tidak jauh dari kawasan Braga. Selain itu, masih ada Gereja Bethel (gereja Kristen), Kapel Santo Borromeus (gereja kecil Katolik), dan sebagainya.
4. Yogyakarta

Gereja Bintaran (Foto : Instagram @sedulurberbudaya)
Kota Gudeg ini juga memiliki area dengan berbagai bangunan kuno. Lokasinya cukup strategis, yaitu di Titik Nol Kilometer, atau masih dalam kawasan Malioboro dan berlokasi di depan Keraton Yogyakarta.
Anda bisa menemukan Kantor Pos Besar Yogyakarta, Gedung Bank BNI, dan Benteng Vredeburg, yang semuanya merupakan bangunan kuno yang masih difungsikan hingga saat ini. Lokasinya pun berdekatan sehingga memudahkan untuk mengunjunginya.
Soal gereja kuno, Anda bisa menemukan Gereja Santo Yusup Bintaran dan Gereja Santo Fransiskus Xaverius Kidul Loji. Gereja Bintaran masih mempertahankan bentuk bangunan lamanya yang memiliki atap serupa kubah yang memanjang. Sementara itu, Gereja Kidul Loji telah banyak mengalami pemugaran sehingga tampilannya lebih kekinian.