BERLOKASI di Desa Kesiman Petilan, Denpasar, bantaran Sungai Ayung ditata menjadi wisata edukasi alam dan tumbuhan langka bagi masyarakat, terutama anak-anak.
Kawasan ini nantinya juga diharapkan menjadi tempat rekreasi baru di tengah kota sehingga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat meresmikan Bantaran Ayung mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah Desa Kesiman Petilan yang didukung seluruh masyarakat termasuk LPM dalam menata bantaran Sungai Ayung yang melintasi desa setempat.
“Keberadaan Bantaran Ayung ini menjadi edukasi bagi lingkungan dan memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat setempat. Menjadi harapan kita bersama ke depannya penataan bantaran Sungai Ayung dapat menjadi ikon Desa Kesiman Petilan,” ujarnya.
Adapun, Sekretaris Desa mewakili Perbekel Desa Kesiman Petilan, I Kadek Sudiana, menyampaikan penataan bantaran Sungai Ayung berkaitan dengan kegiatan PKTD atau Padat Karya Tunai Desa yang melibatkan warga terdampak Covid-19. Kegiatan ini untuk membuat lintasan joging, menata bantaran serta menanam pohon langka dan pohon upakara.
“Kami juga meminta izin kepada warga pemilik lahan setempat dalam mewujudkan penataan bantaran Sungai Ayung,” jelasnya.