Di sisi lain, di balik pesona Indonesia, terdapat potensi ancaman bencana alam yang bisa jadi pembelajaran banyak negara untuk mengambil langkah antisipasi. Posisi geografis Indonesia tepat berada di rangkaian gunung berapi (vulkanik) atau cincin api. Membentang dari Sabang sampai Merauke, kita bisa menemukan potensi vulkanik di berbagai daerah, mulai dari Gunung Sinabung di Sumatera Utara, Gunung Tangkuban Perahu yang masih aktif, hingga Gunung Tambora.
Indonesia juga berada di antara 2 patahan lempeng besar dunia yang dapat berisiko memicu gempa tektonik. Ditambah lagi dengan sekitar 70% wilayah merupakan area lautan dengan lempengan patahan bawah laut. Pergerakan lempeng patahan bawah laut ini mampu memicu gempa tektonik dan gelombang tsunami.
Di sisi lain, Indonesia juga memiliki hutan hujan tropis di Kalimantan dan Papua yang berperan sebagai salah satu aspek pengendali perubahan iklim. Jadi, bisa dikatakan Indonesia memiliki andil dalam peranan sebagai paru-paru dunia.
Dengan sejarah berbagai bencana alam, mulai letusan gunung, gempa bumi, kebakaran hutan, tsunami, dan pandemi Covid-19, Indonesia merupakan lokasi yang tepat sebagai pembelajaran atas bencana. Dapat juga dikatakan, Indonesia mampu menjadi suatu laboratorium bencana bagi dunia.
Meskipun rentan bencana, Indonesia juga cukup sigap dalam menangani setiap bencana yang terjadi. Pemerintah Indonesia selama ini mempunyai komitmen tinggi terhadap potensi bencana yang bisa saja terjadi. Jadi, studi terkait bencana Indonesia juga menjadi suatu pembelajaran bagi dunia.
5. Berdampak pada pariwisata

Wisatawan #BeliKreatifLokal khas Bali (Foto : Indonesia.travel/Fikry Auliya)
GPDRR 2022 yang digelar di Bali, akan menjadi suatu peluang besar bagi kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif #DiIndonesiaAja. Digelarnya GPDRR juga turut mengangkat nama Bali dan menunjukkan pada dunia bahwa wisata Bali telah dibuka dan aman untuk dikunjungi.