"Kadang di awal dia bukan kandidat terbaik sebenarnya. Tetapi berjalan proses, kayaknya yang ini aja deh," ujarnya.
Endro bilang, saat proses rekrutmen terjadi maka HR tidak menyortir satu persatu CV yang masuk.
Sebab, pelamar yang mengirimkan portofolionya bisa mencapai ribuan, dan HR sendiri hampir tidak pernah membaca satu persatu penjabaran di dalamnya.
Untuk itu, Endro menyarankan, agar para pelamar bisa mengirimkan CV tidak perlu terlalu tebal.
Cukup menuliskan hal-hal yang pentingnya saja, khususnya pengalaman atau prestasi yang ingin ditonjolkan. Terlebih dalam bidang atau posisi dilamarnya.
"Jadi, jika melamar ke bidang yang tidak sesuai jurusan tidak perlu banyak menjabarkan. Agar HR tahu latar belakangnya secara jelas," terangnya.
(Ahmad Muhajir)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.