Ia menambahkan, tingginya permintaan produk keripik tempe tersebut membuat omzet yang diterima juga meningkat. Sejak H-1 Lebaran 2022, omzet penjualan produk keripik tempe yang dilakukan di pinggir jalan tersebut mencapai Rp20 juta per hari.
"Saya akan berjualan sampai akhir pekan ini. Omzet sangat baik, mencapai Rp20 juta per hari," ujarnya.
Salah seorang wisatawan yang berasal dari Bekasi, Jawa Barat, Retno mengatakan bahwa ia membeli keripik tempe pada pusat oleh-oleh tersebut untuk rekan dan kerabatnya. Ia mengaku datang ke Kota Malang untuk berlibur.
"Saya beli untuk rekan dan kerabat saja. Saya berlibur tiga hari ke Kota Malang, bukan dalam rangka mudik," katanya.
Sementara pembeli lainnya asal Sidoarjo, Jawa Timur, Dewi mengatakan bahwa ia berbelanja produk keripik tempe dan keripik buah di Kota Malang untuk dibawa ke kampung halamannya di Lumajang.
"Berbagai jenis keripik buah dan keripik tempe. Saya senang berbelanja di sini. Ini untuk bingkisan saudara-saudara di kampung di daerah Lumajang," katanya.
Pada masa libur Lebaran 2022, kondisi di wilayah Kota Malang relatif lebih lengang dibandingkan Kota Batu yang memiliki berbagai objek wisata. Arus lalu lintas di Kota Malang juga terpantau lancar tanpa ada kemacetan yang tidak terurai.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan akan ada sebanyak 16,8 juta orang yang akan mudik ke Jawa Timur, dimana sebanyak 47 persen menggunakan mobil pribadi termasuk ke wilayah Malang Raya.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.