SETELAH sempat dihentikan peredarannya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali mengizinkan cokelat Kinder beredar di pasaran. Langkah ini diambil, setelah BPOM melakukan sampling di beberapa wilayah Indonesia guna mengecek adanya cemaran Salmonella.
Apalagi, International Food Safety Authorities Network Global Alert (INFOSAN) telah menyampaikan informasi tambahan pada 10 April 2022 bahwa produk cokelat merek Kinder asal Belgia tersebar di 77 (tujuh puluh tujuh) negara, namun tidak termasuk di Indonesia.
Memang, penarikan Kinder Surprise, menyusul dugaan adanya bakteri Salmonella dalam produk tersebut. Salmonella adalah bakteri penyebab diare yang hidup di usus hewan dan manusia.
Anak-anak, terutama yang berusia di bawah 4 tahun, merupakan salah satu kelompok yang paling rentan terinfeksi bakteri ini. Salmonella dapat menginfeksi anak melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh feses hewan, seperti telur dari unggas dan susu dari sapi.

Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Amerika Serikat, mikroorganisme ini juga dapat menyebar melalui jajanan anak yang tidak dicuci bersih atau diolah dengan matang.
Produk makanan yang dimaksud bisa berbahan dasar daging ayam, daging sapi, ikan, sayur, dan buah. Bakteri Salmonella juga dapat mengontaminasi makanan olahan, seperti nugget ayam, selai kacang, dan kue pai.
Selain itu, infeksi salmonella pada anak bisa terjadi ketika si kecil bersentuhan dengan hewan yang terkontaminasi bakteri, seperti ayam, kura-kura, penyu, kadal, maupun jenis reptil lainnya.
Infeksi Salmonella menyebabkan gejala berupa demam, nyeri dan kram perut, diare, feses berdarah, mual, muntah terus menerus, pusing, hingga mulut dan tenggorokan kering. Oleh sebab itu, penting bagi ayah dan bunda mengetahui cara mengobati infeksi Salmonella berikut: