"Tidak mungkin ada migrasi atau perpindahan BPA dari kemasan galon ke dalam airnya, mengingat BPA itu tidak larut dalam air. BPA ini hanya larut dalam pelarut organik seperti alkohol, eter, ester, keton, dan sebagainya,” tukasnya.
Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Aru Wisaksono Sudoyo bahkan mengatakan belum ada bukti air galon guna ulang menyebabkan penyakit kanker.
BACA JUGA: Mengenal BPA, Zat yang Disintesis Pertama Kali Oleh Ahli Kimia Rusia
Begitu juga Dr. M. Alamsyah Aziz, SpOG (K), M.Kes., KIC, Dokter Spesialis Kandungan yang juga Ketua Pokja Infeksi Saluran Reproduksi Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) mengatakan, sampai saat ini dirinya tidak pernah menemukan adanya gangguan terhadap janin karena ibunya minum air galon.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.