BANYAK orang masih abai dengan kesehatan reproduksi. Padahal menjaga kesehatan reproduksi itu sangat penting bagi kesehatan tubuh seluruhnya.
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Siloam Hospitals Balikpapan Dokter Noviana menjelaskan, kesehatan reproduksi merupakan suatu kondisi di mana tubuh wanita sehat secara fisik, mental, dan sosial, serta dapat memahami organ dan fungsi reproduksinya.
Kesehatan reproduksi penting untuk disosialisasikan supaya dapat meningkatkan kesadaran wanita dalam mengatur fungsi dan proses reproduksi.

"Pemberian edukasi kepada wanita tentang pengetahuan yang benar soal kesehatan reproduksi, bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.
Pentingnya memahami kesehatan reproduki, terang Dokter Noviana, membuat wanita lebih mengenal dirinya sendiri. Memahami pengetahuan dasar tentang kesehatan reproduksi, mengenal sistem dan alat reproduksi, pendewasaan dalam usia perkawinan, dan pencegahan terjadinya kekerasan seksual pada wanita.
“Biasanya penggunaan narkoba dan miras juga dapat membuat pikiran menjadi kacau, ya. Dari beberapa kasus yang ditangani, setelah minum miras orang bisa melakukan hubungan seksual, dan akibatnya terjadi kehamilan di luar nikah,” ujar Dokter Noviana.
Media sosial, lanjutnya, sering memberikan misinformasi dalam hal mengenal sistem reproduksi, terutama bagi anak-anak di bawah umur. Maka dari itu, mengenal dan menjaga kesehatan reproduksi merupakan edukasi yang penting dan perlu disosialisasikan kepada masyarakat.
Jika tidak dijaga dengan baik, maka dapat menimbulkan berbagai penyakit yang berpengaruh pada organ reproduksi. Beberapa penyakit di antaranya, yaitu gonore dengan gejala rasa sakit saat buang air kecil dan mengeluarkan nanah.
Kemudian sifilis atau raja singa, penyakit menular seksual dengan gejala yang samar, salah satunya dapat diketahui jika terdapat luka lecet pada alat kelamin. Herpes kelamin yang ditandai dengan nyeri dan luka pada alat kelamin. Klamidia yang ditandai dengan keputihan berlebihan dan bercak darah.
Selain penyakit menular seksual tersebut, juga terdapat beberapa penyakit lainnya, “Pastinya HIV dan AIDS, tumor, miom (tumor di rahim), kista, dan kanker serviks,” tambah Dokter Noviana.
Langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari penyakit menular seksual adalah dengan menghindari faktor risiko, seperti tidak melakukan aktivitas seksual dengan pasangan yang berbeda-beda, tidak menikah terlalu dini untuk menghindari ketidaksiapan tubuh dalam melakukan aktivitas seksual dan proses kehamilan.
BACA JUGA:Catat! Ini Tips Menjaga Kesehatan Organ Reproduksi dari Pakar UGM
Vaksinasi dan pap smear juga perlu dilakukan untuk melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks atau kanker leher rahim. Jika terdapat gejala sakit pada organ reproduksi dan berlangsung dalam waktu yang lama, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.