Menurut dia, orang dengan indikasi bunuh diri biasanya menunjukkan perubahan perilaku, emosi, dan cara berpikir. Perubahan itu kadang tidak disadari atau diabaikan oleh orang-orang sekitarnya.
Ia mengemukakan pentingnya memahami diri sendiri agar mampu memiliki mekanisme menghadapi masalah dan mengoptimalkan dukungan sosial di sekitarnya guna mencegah akibat buruk masalah kejiwaan.
BACA JUGA:Curhat Anthony Martial, Alami Masa Sulit Sembuh Cedera hingga Kendala Bahasa di Sevilla
"Bagi diri sendiri, tentunya perlu mengenali dan memahami diri sendiri, apakah kita pribadi yang terbuka atau tertutup dalam berbagi masalah yang kita hadapi, apakah kita memiliki kemampuan dan daya tahan yang baik dalam menghadapi situasi yang sulit dalam hidup, apakah kita memiliki lingkungan yang bisa mendukung dan membantu kita di saat sulit dan apakah keinginan yang kita miliki cukup realistis untuk dicapai sesuai kemampuan kita," katanya.
"Jika tidak menemukan kepercayaan saat bercerita kepada orang lain, jangan ragu hubungi dan berkonsultasi dengan tenaga profesional kesehatan mental seperti psikiater dan psikolog untuk membantu menemukan solusi masalah atau memberikan terapi yang sesuai dengan kondisi psikis yang bisa menjadi pemicu munculnya tindakan bunuh diri," jelas Lily.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.