Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Varian XE Berisiko Tinggi bagi Orang yang Belum Divaksin

Kevi Laras , Jurnalis-Jum'at, 15 April 2022 |10:04 WIB
Varian XE Berisiko Tinggi bagi Orang yang Belum Divaksin
Varian XE berisiko tinggi bagi orang yang belum divaksin (Foto: Deseret news)
A
A
A

MUNCULNYA varian XE membuat dunia khawatir. Apalagi varian tersebut diduga lebih menular dibandingkan varian sebelumnya yaitu Omicron.

Menurut Pakar Epidemiologi dari Universiti Putra Malaysia Malina Osman, varian XE tercatat berisiko tinggi bagi mereka yang belum divaksin, atau tidak memiliki infeksi sebelumnya.

 Varian XE

"Untuk varian XE secara teoritis bisa lebih cepat sampai dibanding varian Omicron saat ini, kami berharap pengawasan bisa membantu membatasi penyebarannya," kata Prof Malina dilansir Straits Times, Jumat (15/4/2022).

Menurut Konsultan Mikrobiologi Klinis Universiti, Putra Malaysia Zamberi Sekawi, sejauh ini varian XE masih bersaing dengan varian Omicron untuk menjadi varian dominan. Juga tidak banyak yang tahu, dalam hal tingkat keparahannya, dan apakah itu dapat dihindari dengan adanya vaksinasi.

Lebih lanjut, bila varian XE diklaim lebih cepat menular 10 persen dari Son Of Omicron/Stealth Omicron (BA.2). Badan Kesehatan dan Keamanan Inggris (UKHSA) percaya bahwa varian itu menyebar lebih cepat daripada BA.2.

 BACA JUGA:Kemenkes Pastikan Varian XE, XD, XF Belum Masuk Indonesia

Sedangkan, menurut Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof, Dr. Zubairi Djoerban, SpPD KHOM, varian XE belum bisa dipastikan berbahaya atau tidak.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement