"Satu pekan menjelang puasa dari tiket masuk saja per hari mencapai Rp10 juta, sedangkan dari perputaran di warung yang menyediakan makanan dan oleh-oleh rata-rata meraup keuntungan hingga jutaan rupiah. Setelah dua tahun, ekonomi kembali menggeliat," kata Yuce.
Hingga satu hari menjelang masuknya puasa, angka kunjungan wisatawan masih menghiasi tempat wisata yang ada, bahkan jumlahnya masih mencapai ribuan orang seperti di Kebun Raya Cibodas dan Taman Bunga Nusantara yang sejak dua tahun terakhir sepi pengujung akibat pembatasan sosial guna mencegah penyebaran Covid-19.

Tak hanya pelaku wisata, pelaku UMKM di masing-masing wilayah merasakan peningkatan penghasilan selama musim papajar, produk unggulan yang mereka jajakan mulai dari makanan khas hingga pakaian laris diborong pengujung, sehingga mereka dengan mudah mendapatkan pasar.
Seiring meningkatnya angka kunjungan selama musim papajar, pelaku usaha dan wisata di Cianjur, berharap pandemi segera usai dan pemulihan perekonomian dapat segera dilakukan pemerintah dengan menggelar berbagai pameran dan promosi serta membangun jalan yang layak agar angka kunjungan lebih meningkat.