Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemenkes Belum Tahu Apakah Varian XE Bisa Timbulkan Lonjakan

Kevi Laras , Jurnalis-Selasa, 05 April 2022 |13:05 WIB
Kemenkes Belum Tahu Apakah Varian XE Bisa Timbulkan Lonjakan
Varian XE muncul di Inggris (Foto: 1News)
A
A
A

MUNCUL varian Covid-19 baru yakni varian XE yang merupakan turunan dari Omicron. Di tengah kasus Covid-19 di Indonesia sedang mengalami perbaikan, namun di luar negeri sejumlah negara mengalami kenaikan kasus Covid-19.

Meskipun muncul varian XE di Inggris, sebenarnya Indonesia sudah bersiap-siap menuju endemi. Lalu bagaimana nasib Indonesia menuju endemi?

 varian XE

Menurut Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid, jika keputusan Indonesia beralih ke fase endemi tidak dilakukan secara buru-buru.

Apalagi pemerintah sedang fokus kepada cakupan vaksinasi yang menjadi target agar bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh (imunitas) masyarakat.

Target tersebut sebesar 70 persen, "Indonesia tidak terburu-buru untuk menyatakan dalam fase endemi," ujar Dokter Nadia, Selasa (5/4/2022).

Melihat varian terbaru XE turunan Omicron, Kemenkes masih memantau WGS. WGS merupakan prosedur laboratorium untuk menentukan urutan basa dalam genom suatu organisme (bakteri, virus, hingga manusia) terdiri dari DNA dalam satu proses.

"Kita tetap monitor melalui wgs yang kita lakukan ya. Dan ini sebenarnya masih tergolong varian Omicron," jelas Dokter Nadia.

Kendati varian baru XE, Kemenkes belum bisa memastikan apakah varian ini dapat mengakibatkan kelonjakan kasus Covid-19. Sebab belum ada data lanjutnya, jika dikaitkan dengan keputusan perlalihan ke fase endemi karena Indonesia tidak akan memutuskan terburu-buru.

"Sampai saat ini belum ada data lebih lanjut ya," tambahnya

Maka dari itu, ia mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Kemudian melakukan vaksinasi lengkap dan booster agar mendapatkan proteksi diri.

 BACA JUGA:Muncul Varian XE, Dokter IDI Minta Masyarakat Patuhi Prokes

"Waspada tentunyaa harus kita lakukan makanya tetap perlu proteksi yang tinggi dengan booster dan prokes," tutup Dokter Nadia.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement