Sementara itu, RT di Kampung Berua di Kawasan Rammang-Rammang, Darwis juga mengaku untuk menumbuhkan kesadaran pada masyarakat, pihaknya bersama kelompok sadar wisata (Pokdarwis) terus-menerus mensosialisasikan untuk tidak mencoret-coret gunung atau batu kapur (karst).
"Termasuk menjaga tanah dan air agar tidak dicemari, ini perlu dijaga sebagai satu-kesatuan eksosistem di kawasan karst Rammang-Rammang," katanya.
Untuk menjaga dan melestarikan kawasan karst Rammang-Rammang, Bupati Maros HAS Chaidir Syam mengatakan siap duduk bersama dan mengawal bersama dengan seluruh pemangku kepentingan.
Kawasan karst Rammang-Rammang sudah diusulkan ke UNESCO sebagai 'World Heritage' atau warisan dunia, karena itu kawasan ini harus dijaga bersama.
Perlindungan dan pelestarian wilayah karst Rammang-Rammang, harus dilakukan sangat berhati-hati terutama dalam membuat kebijakan, termasuk membuat fasilitas pendukung di kawasan wisata itu.
Pasalnya, jangan sampai membangun fasilitas pendukung justeru akan merusak keasrian ataupun habitat flora dan fauna yang ada di sana.
Sementara itu, Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin Prof Dr Amran Achmad mengatakan, perlu mendorong pembentukan desa konservasi di kawasan wisata karst Rammang-Rammang, selain desa wisata yang sudah ada di kampung Berua.
Pentingnya konservasi itu dilakukan dengan dua pertimbangan yakni perlindungan alam dan pemanfaatan sumber SDA secara rasional dan bijaksana.
Desa wisata yang ada penting didorong untuk menjadi kawasan konservasi agar flora dan fauna serta eksosistem di dalamnya tetap terjaga.
Strategi konservasi secara umum yang diakui dunia adalah mencakup perlindungan proses ekologi dan sistem penyangga kehidupan, termasuk keanekaragaman genetik dan pemanfaatan jenis dan ekosistem secara lestari.
Sementara strategi pemanfaatan itu dilakukan dengan tiga prinsip pendekatan yaitu "save it", "study it" dan "use it" atau menyelamatkan, mempelajari dan menggunakannya.
"Yang jelas, ada tiga alasan dilakukan kegiatan konservasi yaitu alasan ekonomi, sosial filosofi dan etik," tegasnya.
Selain menjaga alam bersama flora dan faunanya, di kawasan ekowisata juga perlu mendorong pemberdayaan masyarakat dari sisi ekonomi.
Karena itu, Pemkab Maros bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan menggandeng BNI Wilayah Makassar untuk membantu pelaku UMKM di kawasan wisata tersebut.
BNI bersama BI Sulsel selain memberikan bantuan modal usaha, juga melakukan pendampingan hingga pemasaran produknya.
Meski masih tergolong sangat sederhana, namun ke depan diharapkan dapat terus berkembang, sehingga produksi seperti kerajinan tangan dari anyaman daun lontar tidak hanya untuk pangsa pasar lokal, tetapi juga menembus pasar mancanegara.
Dengan menelaah perjalanan Rammang-Rammang itu, wajar saja jika pengelolaan wisata berbasis ekowisata seperti di Rammang-Rammang ini membutuhkan waktu yang tidak seumur jagung.
Butuh kesabaran, kehati-hatian dan bekerja dengan hati, agar semua perencanaan dan strategi di atas kertas dapat diimplementasikan di lapangan, tanpa ada yang dirugikan.
(Kurniawati Hasjanah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.