Ia menyampaikan penilaian pemenang lomba foto Matahari terbenam tersebut bukan yang paling bagus tetapi siapa fotonya yang paling banyak disukai oleh warganet karena setiap foto harus diunggah di akun media sosial masing-masing peserta.
Ia menjelaskan sasaran pelaksanaan lomba foto Matahari terbenam tersebut, yaitu jika 100 warganet menyukai atau melihat foto karya 100 peserta maka sudah 1.000 orang yang melihat keindahan Matahari terbenam di Kota Pariaman.
Pelaksana kegiatan tersebut, kata dia, komunitas di Pariaman, sedangkan pemenang lomba diberikan total hadiah uang Rp15 juta dan hadiah menarik lainnya untuk lomba yang dilaksanakan akhir Maret ini.
Untuk lomba foto di bulan selanjutnya pihaknya akan melaksanakan rapat dengan pihak terkait dalam waktu dekat.
Untuk informasi dan pendaftaran terkait lomba dapat dilihat di Instagram dengan nama akun @pariaman.tourism.
Sebelumnya, Pemkot Pariaman menambah jenama pariwisata di daerah itu dengan The Sunset City Of Indonesia atau kota Matahari terbenam Indonesia.
"Jadi ini untuk melengkapi, The City Of Tabuik (Kota Tabuik) tetap," katanya.
Ia mengatakan jenama pariwisata tersebut penting sebagai daya tarik wisatawan berkunjung ke daerah itu.
(Kurniawati Hasjanah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.