SOSOK perempuan memang masih belum mendapatkan penghormatan yang seimbang dibandingkan jasa mereka. Oleh karena itu, kesetaraan gender pun banyak digaungkan oleh beberapa kalangan.
Apalagi, kehidupan zmaan dahulu yang memang tidak memandang seorang perempuan. Oleh karena itu, Nina Nugroho, seorang desainer, berkolaborasi dengan Filolog dan calon Arkeolog muda Sinta Ridwan meramu cerita-cerita masa lalu tersebut menjadi karya fashion kekinian.
Kisah perempuan bernama Mahendradatta melatarbelakangi lahirnya koleksi terbaru kolaborasi mereka yang diberi nama jenama Herstori. Riset mendalam dilakukan untuk menghasilkan karya fashion yang tak hanya indah, tetapi ada nilai sejarah dan edukasi di dalamnya.
"Ini bukan sekadar karya fashion, tetapi bentuk tanggung jawab kami sebagai anak bangsa melestarikan budaya dan sejarah. Kami juga merasa punya tugas untuk mengenalkan kepada generasi muda sosok-sosok perempuan hebat yang mungkin belum banyak diketahui," kata Nina Nugroho saat ditemui di Museum Nasional Jakarta,.

Sinta menambahkan, banyak perempuan masa lampau yang eksistensinya terpinggirkan. "Dengan kolaborasi saya dan Nina Nugroho ini, diharapkan kisah-kisah perempuan yang terasingkan ini bisa diangkat ke publik sehingga mereka punya tempat juga di masyarakat Indonesia."
Koleksi Mahendradatta Herstori sarat akan sejarah. Semua tersaji dalam bentuk motif dan bordiran yang tak sembarang dikerjakan. Ya, riset mendalam dilakukan dua perempuan hebat ini sampai akhirnya lahir beberapa potong pakaian ready-to-wear yang amat kekinian. Menurut Nina, riset dikerjakan dengan sangat serius dan benar-benar terjun langsung ke lapangan.
Sinta dengan bekal pendidikan Arkeologinya coba mengamati jejak sejarah Mahendradatta dari Mojokerto hingga Bali. Manuskrip dan archa bersejarah yang tertinggal dari masa lalu dibaca oleh Sinta dengan seksama sehingga tercipta beberapa motif yang dituangkan di karya fashion.
"Motif aksara gempeng yang artinya melebur ada di salah satu peninggalan sejarah Mahendradatta. Lalu, ada juga motif angka 998 masehi yang menandakan tahun Mahendradatta hidup," cerita Sinta.