Luar biasanya, Nina menjelaskan bahwa aksi nyata melestarikan sejarah lewat fashion ini didukung oleh pemerintah. Ya, Dinas Pariwisata tempatnya melakukan riset mendukung penuh riset untuk karya fashion ini.
Bahkan Dinas Kebudayaan pun diakui Sinta mendukung penuh dirinya melakukan pendalaman materi sejarah tentang sosok Mahendradatta tersebut. "Dukungan yang diberikan amat sangat berharga dan kami bangga bisa mendapatkannya," kata Sinta.
Mahendradatta sendiri merupakan perempuan yang hidup di masa Kerajaan Medang abad ke-10. Sosok ini diangkat sebagai latar utama lahirnya koleksi perdana Herstori bukan tanpa alasan.
"Sosok Mahendradatta adalah perempuan hebat yang mencintai ilmu, menjadi pemimpin politik, penentu kebijakan masyarakat, hingga ibu luar biasa yang melahirkan 3 putra yang semuanya menjadi raja di tanah Jawa dan Bali, yaitu Raja Airlangga, Raja Marakata, dan Raja Wungsu," tutur Sinta.

"Mahendradatta merupakan perempuan Jawa yang lahir pada abad ke-10 Masehi. Ia terlahir sebagai saudara perempuan dari Dharmawangsa Tguh. Ia sosok yang sadar pentingnya pendidikan, berani mengambil tantangan dengan tetap menghargai kebudayaan Bali tanpa melupakan identitas Jawa tempatnya berasal," terang Nina.
Nina melanjutkan, latar belakang itu lah yang membuat dia dan Sinta memutuskan untuk membawa kisah Mahendradatta dalam karya fashion kekinian di masa sekarang. Mahendradatta bukan hanya perempuan hebat, tetapi dia adalah sosok perempuan berdaya dari masa lalu yang diharapkan bisa menginspirasi perempuan masa kini.
"Sosok Mahendradatta sejalan dengan Gerakan #akuberdaya yang menjadi payung besar jenama Herstori," tambah Nina.