BURNOUT adalah istilah kekinian untuk menggambarkan kondisi stres berat yang biasanya dipicu oleh pekerjaan. Burnout tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan perlu diatasi dengan tepat karena dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental.
Meski umumnya kondisi ini dipicu oleh situasi yang berhubungan dengan pekerjaan, namun nyatanya aspek kehidupan lain juga dapat memicu burnout. Mulai dari urusan rumah tangga, hubungan, hingga self-development bahkan dapat membuatmu jenuh dan burnout.

Untuk menyiasati kondisi ini, memanjakan diri atau self-reward kerap menjadi solusi cepat. Namun, memanjakan otak juga penting untuk dilakukan. Pasalnya, kesehatan otak dan kondisi mental seseorang memiliki hubungan yang saling berkesinambungan, seperti halnya yang ditulis oleh Daniel Amen pada bukunya Change Your Brain: Change Your Life (Revised and Expanded).
CEO Stress Management Indonesia, Coach Pris, mengatakan, kondisi mental seseorang, termasuk burnout, memiliki kaitan yang erat dengan kesehatan otak.
"Untuk menjawab tantangan kesehatan mental yang ada di masyarakat, perlu disusun secara strategis dan menyasar tujuan sesuai dengan kebutuhan. Perlu dibuat sebuah aplikasi yang dirancang berdasarkan data dengan metode pelatihan otak agar dapat mencapai kondisi mental yang ideal," sebut Pris dalam keterangannya, Jumat (11/3/2022).
Untuk menghindari burnout, kata Pris, beberapa langkah-langkah berikut bisa dilakukan.
Pertama mencari kebahagiaan di sekitar. Sebelum terlarut dalam perasaan burnout yang sedang melanda, ada baiknya mencari kebahagiaan di sekitar. Tidak perlu memutar otak, mencari kebahagiaan bisa mulai dari melakukan hobi yang dulu membawa kebahagiaan. Atau mungkin keluar rumah sejenak untuk berjalan kaki dan menghirup udara segar.
Kedua adalah dengan membangun rutinitas meditasi. Melalui kegiatan meditasi, otak akan dilatih untuk beristirahat sehingga mampu membantumu mengurangi stres dari rasa burnout. Di saat yang bersamaan, kegiatan ini juga dapat membantumu untuk melatih daya fokus serta pengolahan emosimu.
Untuk memulai rutinitas ini, kamu bisa mencoba berbagai macam metode hingga menemukan cara yang paling cocok dan mendatangkan manfaat untukmu. Cukup dengan meluangkan sepuluh menit setiap harinya, niscaya lambat laun kamu akan terbiasa bermeditasi. Setelah kamu semakin pandai, perpanjanglah durasi meditasi agar otak semakin terlatih.
Ketiga dengan menerapkan mindfulness dalam keseharian. Salah satu penyebab perasaan burnout adalah situasi yang monoton. Hal tersebut bisa membuat jenuh sehingga hari-hari dijalani secara auto-pilot, secara terburu-buru dan tanpa istirahat.
Tanamkan pola pikir mindful atau kesadaran penuh atas apa yang dirasakan, lakukan, maupun keadaan yang sedang terjadi di sekitar. Melalui mindfulness, akan belajar untuk fokus dengan apa yang ada akan dihadapi sehingga pikiran pun terasa tenang. Terapkan juga pola pikir ini ketika memilih menu santapan harian. Karena bagaimanapun, asupan nutrisi yang baik akan juga menyehatkan otak.
Keempat adalah dengan menggali potensi diri melalui refleksi nilai dan tujuan hidup. Ketika sedang mengalami burnout, kerap kali kita merasa kehilangan arah. Sehingga, inilah waktunya untuk berhenti sejenak dan melakukan refleksi diri tentang nilai dan tujuan hidup.
BACA JUGA:Waspadai Sindrom Burnout saat WFH, Kenali 3 Gejalanya!
"Mulailah dengan mengeksplorasi hal-hal dan kegiatan yang digemari. Mencari tahu kekuatan potensial sebagai individu, dan mengetahui tipe otak yang mencerminkan potensi diri. Setelah menemukan kembali diri yang sempat hilang arah, semoga burnout lekas hilang dan kembali bersemangat dalam menjalani hari," tandasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.