PERDANA Menteri Ismail Sabri Yaakob menyatakan bahwa Malaysia akan membuka perbatasan mulai 1 April. Para pelancong yang sudah divaksinasi Covid-19 lengkap tak perlu lagi melakukan karantina.
Sabri menuturkan, pendatang asing tidak perlu lagi mendaftar melalui mekanisme MyTravelPass setelah pembukaan perbatasan. Namun, mereka harus menggunakan aplikasi pelacakan kontak MySejahtera.
Melansir Reuters, aturan tanpa karantina ini hanya berlaku bagi pelancong yang sudah divaksin lengkap dan mendapatkan hasil tes Covid-19 negatif sebelum keberangkatan dan saat tiba.

Dengan pembukaan perbatasan ini, warga Malaysia juga bisa melakukan perjalanan internasional.
Sabri menyampaikan, pemerintah sedang mengerjakan kesepakatan perjalanan dengan Brunei Darussalam, Thailand, dan Indonesia.
Kemudian, turan pembatasan jam operasional bisnis, pertemuan, jaga jarak, dan perjalanan antarnegara bagian akan dilonggarkan.
Keputusan ini diambil setelah Malaysia mengumumkan akan memasuki fase endemik Covid-19 mulai bulan depan.
"Malaysia akan mulai transisi ke fase endemik Covid-19 mulai bulan depan," ujar Sabri.
Sejak Maret 2020, Malaysia menjadi salah satu negara di Asia yang menerapkan pembatasan ketat untuk menangani penyebaran virus corona.
Dalam pembatasan ketat ini, warga negara asing dilarang masuk ke Malaysia. Tak hanya itu, warga negara Malaysia yang kembali ke negara itu harus melakukan karantina.
(Kurniawati Hasjanah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.