Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pelaku Perjalanan Domestik Bebas Tes PCR dan Antigen, Jaminan Kasus Covid-19 Tak Melonjak?

Pradita Ananda , Jurnalis-Rabu, 09 Maret 2022 |07:00 WIB
Pelaku Perjalanan Domestik Bebas Tes PCR dan Antigen, Jaminan Kasus Covid-19 Tak Melonjak?
Skrining di Bandara (Foto: Nypost)
A
A
A

SEMAKIN banyak orang yang dites Covid-19, memang berbanding lurus dengan semakin bertambah pula angka kasus positif. Sebab artinya, kasus positif baru di masyarakat bisa ditemukan sejak dini.

Tapi dengan penghapusan aturan tes swab baik antigen atau PCR untuk pelaku perjalanan domestik. Apakah ini artinya jadi jaminan kalau angka kasus positif Covid-19 tidak akan melonjak?

Merespon pertanyaan di atas, Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, saat ini pemerintah melihat cakupan vaksinasi sudah cukup luas, artinya sebagian besar masyarakat sudah punya proteksi dari vaksin.

Cek Suhu

“Dilihat vaksinasi yang cakupannya sudah cukup luas, 91 persen untuk dosis pertama dan 71 persen untuk dosis kedua, ditambah hasil survei kita yang mengatakan 80 persen sudah memiliki antibodi masyarakat. Kita melihat proteksi vaksinasi pada orang juga sudah didapatkan,” tuturnya ketika siaran langsung Update Perkembangan Covid-19 di Indonesia, Selasa (8/3/2022).

Menurut dr. Nadia, sekarang perlindungan secara komunal alias di komunitas juga sudah diperoleh. Vaksinasi ditambah disiplin penerapan protokol kesehatan, tak hanya membuat angka kematian menurun secara signifikan tapi juga termasuk kemungkinan penularan Covid-19.

“Proteksi di komunitas atau masyarakat juga sudah, kenapa? karena proteksi pada orang yang sudah divaksin secara lengkap, walau dia positif Covid kemungkinan dia menularkan kepada orang lain itu kecil karena vaksinasi, ada netralisasi pada vaksin tersebut,” lanjutnya.

BACA JUGA : Perjalanan Domestik Tak Wajib Antigen dan PCR, Kemenkes: Kita Akan Hidup Berdampingan dengan Covid-19

BACA JUGA : Perjalanan Domestik Bebas Antigen dan PCR, Apa yang Harus Dilakukan Jika Bergejala?

Meski demikian, angka kasus positif Covid-19 baik harian atau pun kumulatif mingguan, disebut Nadia masih bersifat tentative seiring peniadaan aturan tes swab Covid-19 bagi para pelaku perjalanan domestik ini.

“Kita enggak tahu apakah bisa melonjak atau tidak, tapi penambahan kasus itu bisa terjadi karena kita tahu ya kita enggak mungkin menolkan kasus Covid. Kita akan hidup berdampingan dengan Covid. Sehingga yang paling penting, jika ada peningkatan kasus kita bisa mengatasinya dan tidak membebani fasilitas kesehatan,” tutup dr. Nadia

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement