PARA perempuan hebat dalam riset hadir di webinar Talk to Scientist (TTS) yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kehadirannya untuk memperingati Hari Perempuan International 2022.
Mereka adalah Prof. Dr. Eng Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng (Peneliti Bidang Teknologi Proses Elektrokimia), Dr. rer.nat. Ir. Neni Sintawardani (Peneliti Bidang Teknologi Lingkungan), dan Dr. Yenny Meliana, M.Si. (Peneliti Bidang Kimia).

Ketiga periset perempuan Tanah Air ini telah berprestasi dalam memperoleh penghargaan internasional UNESCO-L’oreal. Mereka pun membagikan pengalaman dan tantangannya di dunia risetnya masing-masing di acara yang digelar pada Selasa (8/3/2022) ini.
Prof. Dr. Eng Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng yang merupakan alumnus S1-S3 dari Waseda University di Jepang ini selain berhasil meraih penghargaan UNESCO-L’oreal, juga menerima Habibie Award termuda sepanjang sejarah.
Penghargaan Habibie Award ini didapat karena keberhasilannya menemukan katalis baru untuk sel bahan bakar. Saat ini, Prof. Dr. Eng Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng tengah mengembangkan penelitian teknologi fuel cell.
Dengan teknologi ini, oksigen dan hidrogen akan diubah menjadi tenaga listrik. Ia berharap teknologi fuel cell yang tengh dikembangkannya suatu saat dapat menjadi sumber tenaga ramah lingkungan di Indonesia.
Sementara Dr. rer.nat. Ir. Neni Sintawardani pernah memenangkan penghargaan The Underwriters Laboratories-ASEAN-U.S. Science Prize for Women 2021.
Penghargaan ini diperoleh berkat penelitiannya dalam peningkatan sistem sanitasi masyarakat untuk mendukung ketersediaan air bersih menggunakan biogas dari air limbah olahan.
BACA JUGA: Hari Perempuan Internasional, Menlu Ungkapkan Keistimewaan Wanita
Sedangkan Dr. Yenny Meliana, M.Si. yang mendapat gelar doktor jurusan teknik kimia dari Universitas Sains dan Teknologi Nasional Taiwan sukses mengembangkan produk jamu, kosmetik, suplemen kesehatan dengan nanoteknologi berbahan alam.
(Dyah Ratna Meta Novia)