Studi ini menemukan bahwa dari 33 mutasi pada protein lonjakan garis keturunan BA.3, 31 mutasi umum terjadi pada BA.1. Akibatnya, garis keturunan BA.3 menyebabkan jumlah kasus terendah di ketiga garis keturunan ini.
"Dapat diperkirakan bahwa alasan garis keturunan BA.3 menyebar dengan kecepatan yang sangat rendah dan menyebabkan lebih sedikit kasus, mungkin karena hilangnya enam mutasi dari BA.1 atau memperoleh dua mutasi dari BA.2," jelas studi tersebut.
Sekadar informasi, Berdasarkan hasil studi eksperimental terhadap hamster, WHO menemukan subvarian Omicron BA.3 dapat menyebabkan infeksi yang lebih parah dari varian aslinya. Hasil studi yang dilakukan para peneliti di Jepang terkait varian baru Covid-19, WHO telah melihat sinyal terkait tingkat keparahan akibat subvarian baru.
Menurut WHO, dari hasil evaluasi di beberapa negara, tidak ada perbedaan tingkat keparahan BA.1 dibandingkan BA.2. Sehingga berdasarkan data tersebut, subvarian BA.3 memiliki tingkat keparahan yang sama dengan BA.1 dan BA.2 terkait risiko rawat inap.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.