Lebih lanjut dia mengatakan, paparan suara secara terus- menerus atau lama dapat mengakibatkan kelelahan sel pendengaran di rumah siput. Akibatnya, gangguan pendengaran pada anak bisa terjadi secara permanen. Dalam suara dr. Nyilo menjelaskan bahwa suara itu terdiri dari dua yaitu ada intensitas volume dan frekuensi atau settingan suara yang dihasilkan.
"Suara itu ada intensitas volumenya kalau terlalu keras perlu diperkecil, kalau frekuensinya terlalu nyaring atau tinggi itu perlu diubah. Cari yang alat tidak terlalu menimbulkan suara yang frekuensinya tinggi," jelasnya
Dia melanjutkan, gangguan pendengaran pada anak akibat suara atau volume terlalu keras menggunakan earphone malah merusak konsentrasi. Selain itu, anak akan sulit beradaptasi ketika tatap muka berlangsung di Sekolah. "Sehingga dalam jangka waktu lama dapat menggangu pendengaran. Jika tidak diantisipasi bisa saja setelah online dapat mengalami gangguan," katanya
(Martin Bagya Kertiyasa)