BOEING dan Airbus menghentikan pasokan komponen kepada maskapai Rusia. Hal ini membuat maskapai Rusia terisolasi dan analis memperkirakan maskapai Rusia akan memanfaatkan suku cadang pesawat yang masih diparkir atau mencari sumber alternatif untuk terus terbang.
Flagship Aeroflot dan maskapai lain saat ini tengah menghadapi tindakan keras Barat sebagai efek sanksi atas invasi Rusia ke Ukraina.
Bahkan, Amerika Serikat juga akan mengikuti Uni Eropa dan Kanada dalam melarang penerbangan Rusia.
“Dengan lessor Barat juga ingin mengambil alih jet yang dioperasikan oleh operator Rusia, sektor penerbangan Rusia sekarang berada pada pijakan yang mirip dengan Korea Utara dan Iran dan mirip dengan di mana ia berada di bawah kekuasaan Soviet,” kata analis Vertical Research Partners Rob Stallard melansir Reuters.

Rusia dilaporkan menyumbang enam persen dari kapasitas maskapai dunia pada 2021, menurut konsultan IBA. Maskapai Rusia memiliki total 332 Boeing dan 304 jet Airbus atau sekitar dua pertiga dari armada Rusia.
Seberapa cepat maskapai Rusia kekurangan suku cadang akan tergantung pada berapa banyak barang penting yang dimiliki. Sementara pesawat harus tunduk pada pengawasan mulai dari pemeriksaan harian hingga perawatan berat setiap enam tahun.