Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Momen Haru Seorang Ibu Asal Ukraina Bertemu Anaknya di Tengah Gempuran Tank Rusia

Anisa Suci Maharani , Jurnalis-Kamis, 03 Maret 2022 |02:04 WIB
Momen Haru Seorang Ibu Asal Ukraina Bertemu Anaknya di Tengah Gempuran Tank Rusia
Momen haru ibu bertemu anaknya di perbatasan Ukraina (Foto: Reuters/Bernadette Szabo)
A
A
A

PERTEMUAN seorang ibu dengan anaknya di perbatasan Ukraina dipenuhi dengan air mata.

Berkat kebaikan orang asing, Anna Semyuk (33), dapat memeluk putra dan putrinya sambil menangis. Ia terdampar di luar Ukraina ketika tank-tank Vladimir Putin masuk ke negara itu.

Melansir The Sun, suami Anna telah membawa anak mereka keluar dari garis tembak ke perbatasan Hungaria, tetapi tidak bisa menyeberang sendiri karena sebuah dekrit.

Dekrit itu menyebutkan bahwa semua pria usia pertempuran harus tinggal untuk membantu mengusir Rusia.

Ia kemudian meminta Nataliya Ableyeva, seorang wanita yang belum pernah dia temui, membawa kedua anaknya ke ibu mereka dan menyerahkan paspor dan nomor ponsel Anna.

Anak-anak menyeberang ke Hungaria untuk mengungsikan diri dari perang. Tak lama kemudian, mereka akhirnya bertemu dengan Anna yang kabur ke Kota Beregsurany dari Italia.

“Yang bisa saya katakan kepada anak-anak saya sekarang adalah bahwa semuanya akan baik-baik saja. Dalam satu atau dua minggu kita akan pulang,” kata Anna.

Momen Haru Ibu Bertemu Anak di Perbatasan Ukraina
(Foto: Reuters/Bernadette Szabo)

Anna bukan satu-satunya orangtua yang terpisah dengan anak mereka. Di kota perbatasan terdekat Zahony, Vilma Sugar yang berusia 68 tahun mengatakan, “Putra saya tidak diizinkan untuk datang. Hatiku begitu sakit. Aku gemetar. Saya tidak bisa tenang. Mereka tidak membiarkan dia datang.”

Ratusan ribu orang mengungsi

Momen menyayat hati terlihat ketika ribuan pengungsi melarikan diri. Antrean sembilan mil terbentuk di penyeberangan. Sejumlah keluarga tampak menunggu hingga 12 jam dalam cuaca dingin.

Lebih dari 120.000 warga sipil telah pergi. Polandia mengumumkan perbatasan 330 mil dengan Ukraina terbuka untuk warga Ukraina, bahkan bagi mereka yang tidak memiliki dokumen resmi. 

Wanita, anak-anak dan orangtua tampak tidur di ruang olahraga dan stasiun kereta api. Pada hari pertama invasi, 29.000 berhasil menyeberang. Sampai kemarin jumlah pengungsi telah meningkat menjadi lebih dari 120.000.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement