Tjandra mengatakan, kondisi long Covid dapat terjadi pada seseorang dengan status probable atau terkonfirmasi Covid-19. Biasanya keluhan terjadi sesudah tiga bulan dari awal gejala dengan keluhan yang berlangsung setidaknya dua bulan.
"Tidak dapat diterangkan penyebab keluhannya selain yang mungkin sebagai pasca-Covid-19 ini. Gejala yang biasa timbul adalah rasa lemas atau “fatigue”, sesak napas, dan gangguan kognitif yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari," katanya.
Tjandra mengatakan keluhan yang dirasa pun bervariasi, seperti nyeri perut, gangguan menstruasi, gangguan penciuman atau pengecap, gelisah, penglihatan kabur, nyeri dada, batuk, depresi, pusing, lemas, dan demam yang hilang timbul.
Gejala lain dapat juga berupa gangguan saluran cerna, baik diare maupun konstipasi dan “acid reflux”, juga bisa sakit kepala, gangguan memori, nyeri sendi, nyeri otot, neuralgia, bentuk alergi baru, gangguan tidur, berdebar debar dan juga telinga berdenging, atau gangguan pendengaran lainnya.
"Gejalanya bisa bersifat baru muncul atau langsung muncul sesudah pulih dari keadaan akut serangan Covid-19 dan bisa juga menetap sejak awal sakit Covid-19 sampai beberapa bulan kemudian," katanya.