Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pasien Covid-19 yang Sudah Negatif Tak Perlu Tes PCR 2 Kali

Pradita Ananda , Jurnalis-Selasa, 22 Februari 2022 |16:58 WIB
Pasien Covid-19 yang Sudah Negatif Tak Perlu Tes PCR 2 Kali
Tes PCR pasien Covid-19 (Foto: Medical daily)
A
A
A

BELAKANGAN ini, banyak terjadi kebingungan di masyarakat terkait status warna aplikasi PeduliLindungi. Orang atau pasien positif Covid-19 kerap mendapati status warna PeduliLindungi miliknya masih hitam, padahal sudah terkonfirmasi negatif dengan tes swab PCR.

Terkait status warna PeduliLindungi pasien Covid-19 ini, sebelumnya lewat SE Nomor HK.02.01/KEMENKES/18/2022, Kementerian Kesehatan mengatur setiap orang yang positif wajib melakukan tes PCR (dengan hasil negatif) sebanyak dua kali dengan jarak minimal 24 jam dari swab PCR satu dan kedua, agar status warna aplikasi PeduliLindungi bisa kembali hijau.

 pedulilindungi

Akhirnya peraturan ini disederhanakan, Chief DTO Kementerian Kesehatan RI, Setiaji mengatakan, per malam ini, Selasa 22 Februari 2022, pasien tidak lagi perlu melakukan exit tes dengan swab PCR sebanyak dua kali.

“Sebelumnya harus dilakukan PCR dua kali, yaitu di h+5 (hari keenam) Exit Test PCR pertama negatif, dan dilanjutkan di hari berikutnya PCR yang kedua. Mulai nanti malam untuk Exit Test PCR kedua enggak perlu dilakukan. Jadi hanya perlu Exit Test PCR sekali saja dan hasilnya harus negatif,” jelas Setiaji, ketika siaran langsung Update Perkembangan COVID-19 di Indonesia Kemenkes, Selasa (22/2/20222).

Jika hasil Exit Test PCR pertama sudah negatif, secara otomatis warna status PeduliLindungi orang yang bersangkutan akan berubah warna, tidak lagi hitam.

“Kalau hasilnya negaif, nanti langsung otomatis PeduliLindungi-nya hijau. Kan kalau kemarin-kemarin harus Exit Test PCR nya dua kali, jadi banyak yang tanya saya sudah negatif kok masih hitam. Makanya ini kita sederhanakan lagi,” tambahnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement