Sampai di rumah sakit, remaja yang merupakan pekerja paruh waktu di sebuah restoran itu menjalani tes darah dan urine. Hasilnya, ia didiagnosis terinfeksi bakteri yang berpotensi mematikan yang disebut Neisseria meningitidis yang menyebabkan darahnya menggumpal kegagalan organ hati.
Kondisi kulit sekarat atau nekrosis kulit yang dialami JC disebutkan lebih lanjut merupakan akibat dari suatu kondisi yang disebut dengan purpura fulminans, yakni komplikasi parah dan jarang dari septikemia meningokokus.
Dokter mendapati, remaja itu hanya menerima satu dari tiga dosis vaksin konjugat meningokokus tanpa booster dan juga hanya menerima satu dosis vaksin meningokokus serogrup B dari dua atau tiga dosis yang direkomendasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Saat ini, dari keterangan sang penulis jurnal medis, sebagian besar proses pemulihan JC berjalan dengan baik.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.