Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Fakta Pengacara Kondang Diusir dari Pesawat, Dibentak Pramugari hingga Dipaksa Turun

Salwa Izzati Khairana , Jurnalis-Jum'at, 18 Februari 2022 |14:57 WIB
4 Fakta Pengacara Kondang Diusir dari Pesawat, Dibentak Pramugari hingga Dipaksa Turun
Ilustrasi (Foto: Instagram/@british_airways)
A
A
A

SEBUAH insiden melibatkan seorang pengacara top Inggris dan maskapai British Airways, yang diduga pengasuh keluarganya itu diusir dari penerbangan kelas bisnis ke kelas ekonomi.

Pria bernama Charles Banner itu terbang bersama istri, kedua anaknya, dan seorang pengasuh, dari London ke Turin, Italia, pada Kamis pekan lalu.

Mereka diketahui telah memesan tiket pesawat kelas bisnis untuk lima orang. Namun, Banner tidak terima setelah pengasuhnya tidak mendapat tempat duduk di kelas bisnis tersebut.

Kronologi

Banner awalnya tidak terima pengasuh keluarganya itu mendapat tempat duduk di kelas ekonomi, kemudian berdebat dengan awak kabin maskapai.

Sebelumnya, Banner diberitahu maskapai bahwa pengasuh keluarganya itu mendapat tempat duduk di kelas ekonomi begitu mereka tiba di gerbang keberangkatan.

Begitu Banner melihat ada kursi cadangan yang tersisi di kelas bisnis, dia segera menanyakannya kepada awak kabin, tetapi mereka bersikeras tidak ada kursi tambahan.

Infografis Maskapai Penerbangan

Banner telah memesan tiket kelas bisnis untuk pengasuhnya sehingga dia dan istrinya bisa bekerja selama penerbangan. Dan pengasuhnya yang akan menjaga dan mengawasi kedua anak mereka.

“Jika BA memberi tahu saya bahwa pengasuh tidak bisa duduk bersama dalam bisnis, maka kami tidak akan bepergian dan bisa mendapatkan penerbangan berikutnya. Tetapi mereka hanya memberi tahu kami ketika sampai di gerbang keberangkatan,” ujar Banner.

Respons awak kabin

Banner mengaku telah menyampaikan keberatannya dengan sangat sopan sesuai prosedur. Namun, ia kecewa dengan respons pramugari yang dianggapnya kasar dan tidak menghargai penumpang.

“Saya berperilaku baik, tetapi saya menantang awak kabin karena itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Kepicikan dan dendam staf menyebabkan ini. Saya bersikap sangat sopan kepada semuanya,” kata Banner kesal.

Bahkan ia juga menuntut penjelasan awak kabin mengenai kursi cadangan yang tidak bisa digunakan, tetapi tidak mendapat tanggapan yang baik.

Diusir paksa dari pesawat

Melihat Banner yang mengajukan keluhan resmi, awak kabin kemudian melaporkannya kepada pilot. Keluarga ini akhirnya dikeluarkan dari pesawat karena perilakunya yang diduga 'nakal' dan dianggap mengusik kenyamanan penumpang lain.

Maskapai menyatakan bahwa mereka tidak menoleransi perilaku penumpang yang mengganggu.

Banner kemudian harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membayar hotel, taksi, dan pesawat easyJet menuju Turin. Dana yang dihabiskan sekitar 4.000 pousterling atau Rp77,5 juta.

Permintaan maaf maskapai

Maskapai British Airways kemudian menyampaikan permohonan maaf dan memberikan dua voucher kepada Banner, tetapi ia telah berjanji tidak akan pernah terbang dengan maskapai itu lagi.

Infografis Perilaku Penumpang Pesawat

“Itu adalah peristiwa yang sangat mengecewakan bagi seluruh keluarga. Cara kami diperlakukan sangat mengerikan dan berbeda dengan pengalaman menyenangkan selama lebih dari 15 tahun di penerbangan BA sebagai pelanggan tetap," terang Banner.

“BA telah memberi saya voucher sebagai kompensasi, tetapi saya tidak menginginkannya, saya ingin pengembalian uang tunai. Ada banyak biaya yang harus saya tanggung sebagai akibat dari insiden ini,” tambahnya.

Sementara seorang juru bicara BA mengatakan, tidak menoleransi perilaku penumpang yang menganggu. Keselamatan penumpang dan awak kabin tetap jadi prioritas utama.

(Rizka Diputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement