MASYARAKAT di Indonesia mungkin belum terlalu familiar dengan donor mata. Keputusan mendonorkan organ tubuh untuk orang lain yang membutuhkan, sejatinya memang tak pernah jadi keputusan yang mudah.
Meski bukan keputusan yang mudah, ada orang dengan mantap menyakinkan hati untuk menjadi pendonor mata. Salah satunya Anggi, perempuan muda yang terdaftar sebagai pendonor kornea mata berikut ini. Mari berkenalan dengan kisah Anggi berikut di bawah ini.

(Foto Ilustrasi)
a) Berawal dari sosial media;
Pertengahan Desember 2021 jadi momentum berharga bagi seorang Tri Anggi Hardiyanti, karyawati swasta di Jakarta satu ini. Tanpa disengaja, saat sedang asyik berselancar di platform sosial media TikTok, ia melihat video seorang pendonor kornea mata. ‘Pertemuan’ tak disengaja itu, mengusik benak Anggi yang menyebut sebetulnya dirinya sudah sejak lama berniat untuk menjadi pendonor kornea mata. Kepada Okezone, Anggi mengungkapkan sejak melihat video tersebut ia terus kepikiran. Siapa sangka, video yang tak sengaja lewat di layar ponselnya tersebut, akhirnya membuat dirinya yakin mau menjadi pendonor kornea mata.
“Terus kepikiran, ingin cari tahu lebih lanjut karena kebetulan dari dulu memang ada niatan jadi pendonor kornea mata. Taapi niatnya belum matang dan masih ragu-ragu akhirnya kali ini memutuskan untuk lanjut,” kata Anggi.
Membulatkan tekad untuk jadi pendonor mata, dengan kecanggihan teknologi, Anggi sejak saat itu rajin mencari segala informasi yang ia butuhkan di internet. Merasa sudah mengantungi semua informasi yang dibutuhkan, ia mantap memutuskan mendaftarkan diri menjadi pendonor kornea mata.
BACA JUGA : Siapa Saja Orang yang Boleh Melakukan Donor Mata?
b) Meminta izin keluarga;
Salah satu syarat yang harus dipenuhi calon pendonor, ialah memastikan sudah mengantungi izin dari pihak keluarga (orang tua atau pasangan) jika yang bersangkutan adalah seorang pendonor kornea mata. Memutuskan jadi pendonor mata, pertama kali orang yang Anggi mintai izin adalah sang suami tercinta. Setelah mendapatkan izin sang suami, Anggi turut meminta izin dan memberi tahu orang tua dan semua kakak kandungnya.
Pada proses ini, Anggi bisa dibilang begitu beruntung karena proses yang ia lalui mulus tanpa penolakan. Walau, Anggi sempat dimintai kepastian oleh keluarganya agar memastikan kornea mata yang disumbangkan memang untuk orang yang membutuhkan, bukan untuk jual beli organ.
“Alhamdulillah aku punya keluarga yang open minded, jadi enggak perlu aku jelasin pelan-pelan, mereka sudah paham dan alhamdulillah juga gak ada penolakan, langsung disetujui,” lanjut Anggi.
BACA JUGA : Mau Donor Mata, Apa Saja Syarat dan Persiapannya?
c) Proses pendaftaran;
Kemajuan jaman yang sudah serba modern dan kecanggihan teknologi yang memudahkan aktivitas manusia, contohnya terlihat pada proses Anggi menjadi seorang pendonor kornea mata. Ia menjatuhkan pilihan untuk mendaftar di salah satu organisasi non-profit yang menangani donor kornea mata di Indonesia, Lions Eye Bank Jakarta.
Anggi menuturkan, kala itu ia cukup mengakses situs laman resmi Lions Eye Bank Jakarta. Selanjutnya, ia hanya tinggal mengisi form pendaftaran dengan lengkap dan mengirimkannya secara online.
“Setelah submit form, aku konfirmasi ke Whatsapp mereka kalau sudah register,”
Hanya butuh waktu dua hari, pesan balasan berisi konfirmasi alamat pengiriman dan biaya kirim paket kit identitas pendonor kornea mata sudah diterima Anggi. “Lalu kira-kira seminggu kemudian, starter kitnya datang dan selesai, per 31 Januari 2021 aku officially jadi pendonor kornea mata di Lions Eye Bank Jakarta,” ujarnya semangat.