TAHUKAH Anda bahwa ada parasut khusus yang berukuran sangat besar untuk pesawat? Tapi, jika pesawat saja punya parasut sendiri, mengapa masing-masing penumpangnya tidak diberi parasut? Bukankah ini akan menyelamatkan ratusan nyawa saat terjadi kecelakaan?
Ternyata jawabannya “tidak, itu tidak akan menyelamatkan penumpang.” Jika semua maskapai penerbangan menyediakan jaket pelampung di bawah masing-masing tempat duduk, mengapa tidak menempatkan parasut juga di bawah sana?
BACA JUGA: Paksa Wanita Berhubungan Seks di Pesawat, Seorang Pria Diciduk Polisi
Mengutip dari video di kanal Youtube Sisi Terang, sebagian besar maskapai penerbangan komersial yang paling populer saat ini berjenis Boeing 737. Rata-rata pesawat ini dapat menampung 200 penumpang termasuk awak kabin.
Jelas sekali, mustahil untuk mempersingkat pelatihan waktu terjun bebas selama 4 jam, menjadi 10 menit sebelum lepas landas.
Ini berarti para penumpang harus menonton video cara memasang parasut yang benar dan apa yang harus dilakukan saat terjun sendirian. Selain itu, tidak semua orang pandai mengikuti instruksi.
BACA JUGA: Kenapa Roda Pesawat Harus Segera Dimasukkan Setelah Take Off?
Belum lagi stres dan panik yang terjadi saat pesawat mengalami masalah. Dan untuk menyelamatkan diri, penumpang harus tetap tenang, menarik parasut di bawah tempat duduk dan mengenakannya.
Semua ini dilakukan dengan masker oksigen dan sabuk pengaman yang masih terpasang.
Para ahli menyatakan, bahkan sebagian besar penumpang tidak akan bisa mengambil parasut mereka. Selanjutnya, penumpang harus terjun sendiri-sendiri dan berjarak puluhan meter untuk menghindari parasut tersangkut satu sama lain.
Di dalam kabin pesawat komersial yang akan jatuh, terdapat 200 orang panik. Apa kamu yakin mereka akan sabar menunggu giliran untuk terjun? Masalah berikutnya berkaitan dengan berat parasut keseluruhan di dalam kabin.

Jika masing-masing penumpang yang berjumlah 200 orang memiliki parasut seberat 7 kg, ini akan menambah beban pesawat sebesar 1.360 kg. Semakin berat pesawat, maka semakin banyak bahan bakar yang diperlukan. Itu berarti harga tiket pesawat akan semakin mahal.
(Salman Mardira)