DUA kapal pesiar mewah, Crystal Serenity dan Crystal Symphony, disita karena belum bayar tagihan bahan bakar pada Jumat, 4 Februari 2022. Penyitaan ini menimbulkan kekacauan akibat ratusan penumpang buru-buru diturunkan.
Melansir The New York Post, US Marshals menyita dua kapal pesiar di Bahama minggu kemarin. Pemilik kapal yang berbasis di Miami, Crystal Cruises, telah gagal membayar tagihan bahan bakar sebesar USD4,6 juta.
"Sungguh akhir yang mengerikan dan memalukan dari apa yang disebut jalur kapal mewah," tweet penerbit Cruise Law News dan pengacara maritim Jim Walker.
Kapal ketiga, Crystal Endeavour, kapal terbaru dan termewah, disita di Argentina, Cruise Law News melaporkan pada Sabtu sore.

Serenity and Symphony menurunkan penumpang mereka di Bimini bulan lalu, sebelum berlayar demi keamanan perairan internasional.
Kapal tersebut tega meninggalkan penumpang dalam keadaan memprihatinkan. Penumpang diharapkan untuk berlayar ke California, namun mereka diangkut ke Fort Lauderdale dan kemudian dibiarkan sendiri.
"@crystalcruises meninggalkan ratusan pelancong dalam kedinginan, dalam antrean panjang, tidak ada perwakilan, tidak ada bantuan untuk penumpang yang lebih tua termasuk kakek-nenek saya. Mereka terjebak dalam cuaca dingin yang membekukan selama lebih dari dua jam! Dan kemudian 3 jam lagi antara feri dan jalur bus. @nytimes@washingtonpost" tweet Dreifussphoto (@Dreifussphoto) pada 1 Februari 2022.
"Lima jam masuk, kami turun dari feri hanya untuk menemukan semua barang bawaan dibuang di mana-mana, warna dan nomor tidak sama, barang bawaan jatuh, tidak ada porter dan tidak ada perwakilan Crystal. Tidak ada,” tulis penumpang Serenity Allyn Jaffrey Shulman di Facebook.
"Tidak ada yang memberi instruksi. Tidak ada yang membantu orang tua. Itu adalah pemandangan yang memalukan."