Kaji Mbing sapaan akrab Bupati Ahmad Dawami juga menyampaikan jika dalam membangun desa tidak hanya dilakukan oleh desa tersebut saja, namun dirinya menegaskan perlunya komitmen serta sinergi antardesa juga antarlembaga. Salah satunya adalah pihak Perhutani, TNI, Polri, dan komunitas pecinta alam serta pendaki gunung.
Camat Kare Tarnu Ashidiq menambahkan pengembangan atau pembangunan wisata pendakian Gunung Wilis di wilayah Kecamatan Kare sejalan dengan semangat Pemkab Madiun yang mulai menata daerah selingkar Wilis sebagai kawasan ekowisata.
"Desa Kare yang ada di lereng Wilis memiliki banyak potensi alam untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata. Potensi wisata yang ada dapat lebih dimaksimalkan sehingga sektor pariwisata yang ada di Desa Kare mampu mendongkrak pendapatan asli desa (PAD) yang muaranya meningkatkan kesejahteraan bagi warga," katanya.
Seperti diketahui, Gunung Wilis merupakan gunung berapi istirahat yang terletak satu rangkaian dalam Pegunungan Wilis. Pegunungan Wilis memiliki sekitar 40 puncak dengan puncak tertinggi adalah Puncak Limas atau Ngliman atau Trogati dengan ketinggian 2.563 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Gunung Wilis termasuk dalam wilayah enam kabupaten, yakni Kediri, Tulungagung, Nganjuk, Kabupaten Madiun, Ponorogo, dan Trenggalek.
Sesuai data, gunung tersebut memiliki lima jalur pendakian, yakni via Mojo (Kediri), Bajulan atau Roro Kuning (Nganjuk), Sedudo (Nganjuk), Candi Penampihan (Tulungagung), dan Kare (Madiun). Gunung tersebut jarang didaki sehingga keasrian hutan dan jalurnya masih sangat terjaga.
(Kurniawati Hasjanah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.