RATUSAN penumpang telantar di Bandara John F. Kennedy (JFK), New York, Amerika Serikat menyusul penundaan dan pembatalan penerbangan oleh maskapai JetBlue.
Melansir New York Post, penumpang yang muak melampiaskan kemarahannya pada Senin, setelah mereka terjebak di bandara semalaman.
"Saya tidak akan pernah naik JetBlue lagi," kata Claudia Agun, penumpang yang terbang dari Turki. Dia mengatakan kepada The Post bahwa dia telah tidur berlandaskan selimut di area keberangkatan sejak Sabtu lalu.
Penumpang lain, Christopher Broderick, mengatakan dua penerbangannya ke California terpaksa dibatalkan. "Saya tidak akan pernah naik JetBlue lagi," katanya.
Pada Minggu, sejumlah penumpang ditahan di terminal bandara semalaman, sejak JetBlue menolak untuk membatalkan penerbangan sampai menit terakhir di tengah penundaan cuaca.

Salah satu sumber mengatakan, JetBlue menghadapi kekurangan staf yang bekerja di gerbang dan darat. Tidak jelas apa yang menyebabkan kekurangan itu.
Setengah lusin penerbangan tiba-tiba dialihkan ke Bandara Newark di New Jersey, demikian lapor situs pelacakan Flight Aware.
Pada Senin sore, hampir setengah dari penerbangan JetBlue dari New York masih tertunda, dan sekitar 9 persen telah dibatalkan.
Penumpang yang marah turun ke media sosial untuk meminta penjelasan dari JetBlue. Beberapa mengatakan mereka diberikan informasi yang tidak jelas dari staf maskapai.
Seorang penumpang, Anni Stoll, mentweet bahwa penerbangannya ke Buffalo dijadwalkan meninggalkan JFK pada jam 8 malam, namun berulang kali ditunda selama lima jam sebelum akhirnya dia bisa naik.