Sehingga benda-benda bersejarah tidak hilang ataupun rusak karena sangat penting dan berharga, untuk sebuah penelitian dan nilai sejarah itu sendiri.
Adapun sebelumnya batu nisan tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh para pekerja PT Waskita Karya saat mereka melakukan penggalian untuk proyek galian instalasi IPAL di komplek pertokoan Tengkuruk Permai Blok C, 17 Ilir atau di wilayah sekitar Pasar 16 Ilir Palembang, pada 12 Januari dan beredar di grup media sosial WhatsApp melalui video penemuan berdurasi 19 detik pada Jumat, 14 Januari.
Kemudian berdasarkan rapat yang difasilitasi Dinas Kebudayaan Palembang dan dihadiri tim arkeolog, beserta pihak PT Waskita Karya pada Senin, 17 Januari pagi, disepakati untuk dilakukan pengangkatan kembali pada Senin (17/1) malamnya.
Hal tersebut dikarenakan nisan-nisan itu telah dikuburkan lagi oleh pekerja Waskita untuk langkah pengamanan dan agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, kemudian berhasil didapatkan empat nisan.
Sedangkan untuk dua nisan lainnya ditemukan di Tanjung Bakia, Tanjung Barangan, Palembang pada Rabu malam, lokasi ini merupakan tempat dibuangnya tanah galian proyek IPAL tersebut. Hingga akhirnya saat ini keenam nisan tersebut disimpan di Dinas Kebudayaan Kota Palembang.
(Rizka Diputra)