Dalam unggahan video singkat di akun Instagram pribadinya @dr.fajriaddai, dia mengatakan varian Omicron ini memiliki kecepatan menular yang amat sangat cepat akibat mutasi genetik yang terjadi. "Untungnya, sebanyak 63 persen dari populasi masyarakat AS sudah divaksin full dosis atau divaksinasi sebanyak 2 kali," paparnya.
Sementara 24 persen populasi lainnya juga sudah diberikan vaksinasi dosis booster atau vaksinasi ketiga. Sehingga dampak keparahan dari infeksi varian Omicron ini jauh lebih baik. Kalau tidak divaksin lengkap dan mendapatkan booster sebanyak itu, kemungkinan ledakan kasus akan lebih parah.
Dokter Fajri pun berharap semoga Indonesia tidak mengalami ledakan seperti kasus yang menimpa AS. Namun, ia meminta masyarakat tetap peduli dan waspada dalam memahami bahwa saat ini dunia masih dalam konteks pandemi Covid-19.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.