Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Koleksi Bersejarah Museum Soesilo Soedarman Diserahkan ke Seskoal, Apa Itu?

Antara , Jurnalis-Rabu, 19 Januari 2022 |06:04 WIB
Koleksi Bersejarah Museum Soesilo Soedarman Diserahkan ke Seskoal, Apa Itu?
Koleksi bersejarah Museum Soesilo Soedarman diserahkan ke Seskoal (Foto: Museum Soesilo Soedarman)
A
A
A

Sekitar pukul 20.15 malam, di perairan Laut Arafura, pesawat-pesawat Neptune AU Belanda mendeteksi konvoi kapal perang ALRI tadi dan mulai menembakkan peluru-peluru suar.

Suasana laut menjadi terang-benderang. Ternyata, tiga kapal perang jenis destroyer dan fregat AL Belanda, yaitu HNLMS Evertseen, HNLMS Kortenaer dan HNLMS Utrech telah siap mencegat konvoi kapal-kapal perang ALRI tadi. Pada pukul 21:25, pertempuran laut tidak seimbang pecah.

Meriam-meriam Bofor kaliber 40 mm dan senapan-senapan mesin berat kaliber 12.7 mm MTB ALRI tidak mampu menyaingi persenjataan berat kapal-kapal perang AL Belanda.

Infografis Wisata Bawah Laut Indonesia

Untuk melindungi RI Harimau dan RI Matjan Kumbang, maka RI Matjan Tutul melaju kencang ke arah armada AL Belanda tadi guna memberi kesempatan bagi dua MTB lainnya untuk berbalik arah dan menyelamatkan diri.

Pada suasana genting tadi, Komodor Jos Soedarso mengambil alih komando RI Matjan Tutul dan memosisikan MTB-nya menjadi sasaran tembak kapal-kapal perang Belanda tadi. RI Matjan Tutul tenggelam bersama 24 awak kapalnya, termasuk Jos Soedarso dan Wiratno, sedang 50 awak lainnya ditawan Belanda.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement