Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Biasa Dilakukan Anak 4-6 Tahun, Kenali 6 Dampak Negatif Mengigit Kuku

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Kamis, 13 Januari 2022 |20:15 WIB
Biasa Dilakukan Anak 4-6 Tahun, Kenali 6 Dampak Negatif Mengigit Kuku
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

KETIKA grogi atau sedang berpikir, beberapa orang mengigit kukunya tanpa sadar. Mengigit kuku mungkin bisa menjadi kebiasaan yang dimulai sejak kecil.

Ternyata, menggigit kuku dianggap sebagai kebiasaan penghilang stres yang paling umum atau disebut onikofagia kronis. Tapi, mengigit kuku sebenarnya tidak baik dilakukan, berapapun usianya.

Merangkum dari Health Line, fakta menyebut menggigit kuku biasanya tidak dimulai sebelum usia 4 tahun. Tetapi banyak kasus menggigit kuku tampaknya dimulai antara usia 4 dan 6 tahun.

Anak laki-laki cenderung lebih sering menggigit kuku daripada anak perempuan. Kebiasaan menggigit kuku mungkin sudah dimulai sejak Anda masih kecil. Bagi banyak orang, ini adalah kebiasaan yang berlanjut hingga dewasa.

Gigit kuku

Dokter kulit menjelaskan bahwa kebiasaan menggigit kuku secara kronis sebenarnya dapat menyebabkan beberapa masalah serius. Adapun beberapa risiko yang bisa terjadi akibat kebiasaan menggigit kuku adalah:

1. Rasa sakit atau infeksi di dalam dan di kulit di sekitar kuku.

2. Kerusakan pada jaringan yang membuat kuku tumbuh.

3. Perubahan tampilan kuku.

4. Pertumbuhan abnormal

5. Lebih sering masuk angin dan terkena penyakit lain karena memasukkan jari kotor ke dalam mulut.

6. Kerusakan pada gigi karena mengunyah kuku yang keras.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement