BEBERAPA waktu lalu aktivitas gunung api di Indonesia mulai meningkat signifikan. Gunung Semeru, Jawa Timur dan Gunung Merapi, Jawa Tengah kembali erupsi dan mengeluarkan guguran abu vulkanik. Tentunya kondisi ini berdampak pada masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
Merangkum dari laman Instagram resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), @idai_ig, Rabu (12/1/2022), erupsi gunung berapi dapat menyebabkan penyakit yang disebut dengan Pneumoultramicroscopicsilicovolcanoconiosis atau biasa disebut dengan Pneumokoniosis atau P45.

Ini merupakan penyakit radang paru akut (Pneumonia) yang terjadi setelah terhirupnya partikel endapan yang terkandung di dalam bentuk abu vulkanik.
Jika tidak segera ditangani, maka akan berdampak jangka panjang pada saluran napas anak dan dewasa.
"Semakin kecil ukuran partikel endapan tersebut, semakin jauh masuk ke dalam tubuh, semakin berat dampaknya pada saluran napas kita," tulis unggahan tersebut.
Adapun dampak abu vulkanik jika terhirup saluran napas akan menyebabkan berbagai penyakit, di antaranya:
1. Salesma
2. Rhinitis
3. Laryngitis
4. Trakeitis
5. Bronchitis
6. Asma
7. PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Klinis).
8. Kanker
9. Silikosis
Baca juga: 6 Penyakit yang Perlu Diwaspadai Pasca Gunung Semeru Meletus
IDAI menjelaskan, abu vulkanik masih dapat bertahan selama beberapa waktu di udara setelah letusan terjadi. Di dalamnya terkandung partikel endapan yang berbahaya bagi saluran napas.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.