Tiga bulan sebelum jalur kereta cepat Kunming-Vientiane rampung, jalur rel terakhir yang menghubungkan Chengdu ke Lincang di perbatasan China-Myanmar sudah tersambung.
Itu akan menjadi langkah penting karena akhirnya jalur kereta China terhubung sampai Yangon di Myanmar yang tidak masuk jalur kereta cepat tapi tetap dianggap sangat penting oleh China.
China menempuh segala cara untuk terus terhubung dengan sumber-sumber energi di dunia, walaupun memasuki wilayah-wilayah yang tidak stabil.
Mereka berusaha menembus Myanmar yang memiliki perbatasan laut menghadap Teluk Benggala, guna memangkas rute perdagangan lewat Selat Malaka dan Laut China Selatan. Mereka berusaha menghindari risiko bertumpuk di jalur laut.
Tak hanya Asia Tenggara, China juga memiliki jalur darat sampai Eropa dan juga Timur Tengah yang menembus Asia Tengah, bahkan selatan di Pakistan.
Baik kawasan yang dilewati maupun yang menjadi tujuan akhir jalur itu, adalah juga pasar China dan sebagian di antaranya sekaligus sumber energi China, khususnya Timur Tengah dan Asia Tengah.

China tentu tak akan membiarkan 1,3 miliar penduduknya mengalami kesulitan energi yang sering menjadi awal terjadinya rongrongan terhadap stabilitas rezim seperti saat ini terjadi di Kazakhstan, sehingga segala cara ditempuh negeri ini, termasuk membangun jalur kereta cepat di Asia Tenggara.
Dalam konteks pemahaman itu semua, menjadi soal waktu belaka bagi China untuk bisa menghubungkan Kunming ke Singapura.
China bisa bersabar karena sistem politiknya membuat mereka tidak memiliki masalah dalam suksesi kepemimpinan politik. Sebaliknya sebagian besar negara Asia Tenggara terus berganti rezim yang malah di Myanmar dan Thailand diwarnai kudeta. Pergantian rezim acap mengubah kebijakan negara itu, termasuk dalam soal pembangunan infrastruktur.
Kini terserah kepada para pemimpin dan masyarakat Asia Tenggara untuk apakah akan mengejar apa yang sudah dipilih Laos atau menunggu sampai semuanya dianggap tepat.
Yang pasti, konektivitas adalah salah satu rumus besar agar negara semaju mungkin. Tentu saja dengan siapa proyek dikerjasamakan adalah menjadi otonomi dan mutlak urusan sebuah negara berdaulat. (nia)
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.