Mereka menemukan bahwa omicron 3,2 kali lebih mungkin menyebabkan infeksi daripada varian delta. Para ilmuwan belum tahu apa yang membuat omicron begitu cepat persebarannya, tetapi beberapa petunjuk telah muncul dari penelitian pendahuluan.
Sebuah tim ilmuwan Inggris menemukan bahwa omicron sangat baik dalam menginfeksi sel-sel di hidung, misalnya. Ketika orang bernapas melalui hidung, mereka dapat melepaskan virus baru. Omicron juga mahir menghindari antibodi yang dihasilkan oleh vaksin dan infeksi sebelumnya.
Namun, omicron diketahui memiliki gejala yang lebih ringan dari varian sebelumnya. Misalnya, satu perbedaan yang terlihat adalah bahwa omicron mungkin lebih kecil kemungkinannya daripada varian sebelumnya untuk menyebabkan hilangnya rasa dan bau.
Baca juga: Positif Omicron Naik Jadi 318 Kasus, Kemenkes Minta Masyarakat Tak Liburan ke Luar Negeri
Data yang dirilis minggu lalu dari perusahaan asuransi kesehatan swasta terbesar di Afrika Selatan, misalnya, menunjukkan bahwa orang Afrika Selatan dengan Omicron sering mengalami gatal atau sakit tenggorokan bersama dengan hidung tersumbat, batuk kering dan nyeri otot, terutama nyeri punggung bawah.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.