Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bakal Jadi Vaksin Booster, Ini Efek Samping Pfizer dan Moderna

Tim Okezone , Jurnalis-Jum'at, 07 Januari 2022 |13:49 WIB
Bakal Jadi Vaksin Booster, Ini Efek Samping Pfizer dan Moderna
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)
A
A
A

VAKSIN booster Covid-19 memang akan diberikan pada 12 Januari mendatang . Vaksin booster ini diharapkan dapat meningkatkan antibodi vaksin sebelumnya yang sudah melemah seiring waktu.

Vaksin booster ini pun diharapkan dapat mencegah gelombang tiga seiring dengan masuknya Omicron ke Indonesia. Indonesia pun memiliki sejumlah pilihan vaksin Covid-19, beberapa di antaranya adalah Pfizer dan Moderna.

Pihak Pfizer-BioNTech dan Moderna pun telah melakukan pengujian terkait efek samping dosis ketiga atau booster vaksin mereka. Hasil uji menunjukkan efek kedua vaksin serupa seperti nyeri di bekas tempat suntikan, kelelahan dan sakit kepala.

Menurut pihak Pfizer, seperti dikutip Antara dari Medical Daily, berdasarkan analisis data dari partisipan uji coba, efek samping yang paling umum booster yakni rasa sakit di tempat suntikan yang dialami sekira 83 persen peserta.

Efek samping lain yang sangat umum pada penerima booster Pfizer yakni kelelahan yang dilaporkan 63,7 persen peserta, sakit kepala sebesar 48,4 persen peserta.

Efek samping lain yang dilaporkan oleh lebih sedikit peserta yaitu nyeri otot dan kedinginan. Sementara itu, efek samping yang paling jarang dilaporkan dalam uji coba termasuk nyeri sendi, diare, muntah, dan demam.

Uji coba Pfizer juga menemukan, orang dewasa berusia 65 tahun ke atas lebih kecil kemungkinannya mengalami gejala dan efek samping seperti flu setelah menerima suntikan booster dibandingkan dengan individu berusia 18-55 tahun.

Namun, Ketua Kelompok Kerja Alokasi dan Distribusi Vaksin Covid-19 Mayo Clinic Melanie Swift, MD, mengatakan hasil ini sama sekali tidak mengejutkan karena efek samping sebenarnya berfungsi sebagai indikasi reaksi sistem kekebalan terhadap vaksin.

Menurut dia, orang dewasa yang lebih tua memiliki sistem kekebalan yang lebih lemah dan kurang kuat, sehingga tubuh mereka cenderung tidak mendapatkan respons kekebalan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement